Minggu, 21 Januari 2018

Sebulan Tinggal di Kandang Kambing, Nenek Sari Akhirnya Bersedia Pindah ke Rumah

Seorang nenek renta warga Kampung Pasir Awi, Desa Sanghiang, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Sari (70) tinggal di gubuk yang kondisinya mirip kandang kambing. Hal itu dilakukannya bukan karena dibiarkan atau bahkan ditelantarkan oleh keluarganya. Keinginan nenek renta berusia setengah abad lebih itu didasari karena selain diduga pikun (demensia).

Menurut informasi dari beberapa warga yang berhasil dihubungi Kabar Banten, kehidupan Nenek Sari yang saat ini ramai dibicarakan di media sosial bahkan pada Rabu (kemarin) ada sejumlah orang dan pihak dari kantor Kecamatan Malingping mengunjungi tempat tinggal Nenek Sari di Kampung Pasir Awi Desa Sangiang.

Keberadaan Nenek Sari menempati gubuk bekas kandang kambing bukan tidak diperhatikan oleh keluarga, kerabat atau tetangga. Bahkan pihak keluarga telah beberapa kali membawanya namun tetap saja nenek tersebut kembali ke gubuknya yang saat ini viral di medsos.

Selama sekitar satu bulan, nenek berusia 70 tahunan tersebut menempati bekas kandang kambing dan untuk kebutuhan makan serta minumnya dipenuhi oleh salah seorang adiknya bernama, Ma Acot (60).
Keinginan kuat Nenek Sari tinggal di bekas kandang kambing yang sudah lama tidak terpakai itu akhirnya berakhir pada Rabu kemarin setelah pihak dari kantor Kecamatan Malingping membujuknya.

Dan akhirnya pada Rabu petang kemarin nenek tersebut bersedia tinggal di rumah adiknya yang biasa merawatnya, yakni Ma Acot. ”Kami juga heran kenapa rame, padahal sepengetahuan kami Nenek Sari tinggal di sana bukan tidak diperhatikan oleh keluarga atau kerabatnya,” ucap salah seorang warga, Samar.

Camat Malingping, Sukanta didamping Kasi Ekbangsos pada kantor Kecamatan Malingping, Hendi Suhendi mengatakan, saat ini Nenek Sari sudah tinggal di rumah salah seorang adiknya yakni Ma Acot. Ini setelah pihaknya dan beberapa staf serta mantan Sekdes Sangiang berkunjung dan membujuknya. ”Dari obrolan kami dengan Nenek Sari, ia tinggal di gubuk tersebut karena tidak mau tinggal di rumah anaknya maupun adiknya yang setiap hari memberikan makanan maupun minum,” ujarnya.

Nenek Sari, lanjut Sukanta, merasa sudah tua dan mempunyai penyakit pada kulitnya yang dihantui kekhawatiran jika penyakit yang dideritanya akan menular kepada anak dan saudaranya. ”Mungkin karena sudah pikun, Nenek Sari gak mau tinggal di rumah anak maupun saudaranya, meski anaknya telah membujuk beberapa kali namun tetap saja tidak mau menuruti keinginan anak dan keluarganya,” tuturnya.

Menurut Sukanta, pihaknya terpaksa membujuk berbagai cara agar Nenek Sari mau tinggal sementara di rumah adiknya dan dijanjikan akan dibuatkan kamar terpisah dengan anaknya maupun saudaranya.
”Saya kira anaknya dan keluarganya tidak membiarkan Nenek Sari tinggal di gubuk. Mungkin saja karena sudah tua punya perasaan tidak mau memberatkan keluarga dan anaknya. Insya Allah kami dan pemerintah desa akan membangunkan kamar sesuai keinginan Nenek Sari yaitu terpisah dari keluarga maupun anaknya,” katanya. (Dini Hidayat)***


Sekilas Info

Menggali Kreatifitas Membentuk Pramuka Islami

GERAKAN pramuka sebagai suatu bentuk pendidikan luar sekolah telah merangkai kegiatan disekolah dengan dirumah sehingga …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *