Sebelum ke Luar Daerah, Wisata Keliling Banten Dulu

BUDAYAWAN sekaligus Pendiri Rumah Dunia, Heri Hendrayana Harris berbagi pengalamannya seputar perjalanan wisata yang dilakukannya ke berbagai daerah di Indonesia bahkan ke mancanegara. Namun sebagai warga Banten, prinsipnya sebelum berwisata ke luar daerah, harus lebih dulu keliling Banten.

“Saya ruhnya sebagai turis, orang tua saya bilang, sebelum ke luar Banten, kelilingi Banten lebih dulu,” ujar pria yang beken dengan nama Gol A Gong ini, saat menjadi pembicara dalam acara Peningkatan Kemampuan SDM Dalam menghasilkan Karya Kreatif Pariwisata Berbasis Media Tahun 2017 yang diselenggarakan Dinas Pariwisata, di Kota Cilegon, Selasa (16/5/2017).

Pada kesempatan tersebut dihadirkan beberapa praktisi serta perwakilan Dinas Pariwisata Kabupaten/kota Se-Provinsi Banten serta komunitas. Pria yang akrab disapa Mas Gong itu menjelaskan kenyamanan para wisatawan menjadi salah satu faktor penting dalam memajukan pariwisata di Banten, “Turis itu harus dibuat nyaman, sehingga ingin melakukan apapun mereka bahagia,” katanya.

Selain itu, kurangnya eksplorasi destinasi pariwisata juga menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah maupun para pegiat pariwisata, namun Ia tidak menampik jika keterbatasan anggaran menjadi salah satu hambatan untuk bisa menggali berbagai hal yang menunjang majunya pariwisata di Banten,
“Gate away (gerbang perjalanan) saja, kita (Banten) tidak punya itu artinya fasilitas wisata kurang dieksplorasi, tapi memang keterbatasan anggaran untuk pariwisata jadi hambatan,” tuturnya.

Menurutnya, hambatan tersebut bisa dimanfaatkan untuk menciptakan peluang usaha yang bisa mendatangkan keuntungan seperti membuat produk-produk kreatif atau usaha yang bergerak dalam industri pariwisata. “Banyak peluang bisa dimanfaatkan, seperti membuat Travel agent, ide-ide kreatif di setiap destinasi wisata dengan membuat souvenir, tour guide atau home stay” ujarnya.

Sementara itu, Kapala Bidang Sumber Daya Manusia dan Ekonomi Kreatif Dispar Banten, Linda Rohyati Fatimah menuturkan, kegiatan pariwisata dan destinasi wisata tidak bisa dipisahkan dari media baik elektronik, online dan kemajuan teknologi saat ini seperti sosial media. Media sangat berpengaruh terhadap perkembangan dan kepopuleran pariwisata. “Apapun kegiatan wisata tanpa mengangkat media mustahil bisa terkenal dan berkembang, sehingga kegiatan ini diharapkan mampu memberikan wawasan baru kepada para komunitas dan pegiat wisata berbasis media,” ujarnya. (Rifki/”KB”)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here