Sebelum Ajukan Pinjaman, Tatu Sarankan PDAM Tirta Albantani Buat ”Bisnis Planning”

Ratu Tatu Chasanah.*

SERANG, (KB).- Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah menyarankan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Al Bantani untuk membuat dan memaparkan bisnis planning atau rencana bisnisnya terlebih dahulu ke pemkab dan DPRD Kabupaten Serang.

Hal terebut dilakukan menyusul adanya rencana perusahaan daerah tersebut yang hendak mengajukan pinjaman Rp 30 miliar untuk pemindahan pipa dari irigasi ke Ciujung.

“PDAM itu kalau saya sarankan dia buat bisnis planning dulu. Yang jelas bisnis planning-nya,” kata Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah kepada Kabar Banten saat ditemui di Kecamatan Ciomas, Kamis (17/10/2019).

Ia mengatakan, jika PDAM hendak mengajukan pinjaman Rp 30 miliar harus diketahui bagaimana cara pengembaliannya. Dengan bisnis planning tersebut, akan bisa terbaca kemana pasar yang dituju PDAM.

“Harus paparan ke pemda dan dewan dulu. Paparan kelayakan buat ngajuin pinjaman. BUMD enggak bisa langsung mutuskan pinjaman ke bank. Nanti kalau ada apa apa itu kan perusahaan milik daerah,” ujarnya.

Baca Juga : Pindahkan Saluran ke Ciujung, PDAM Tirta Albantani Ingin Ajukan Pinjaman Rp 30 M

Disinggung soal belum optimalnya kontribusi dari PDAM, dia menuturkan, masalah untung rugi PDAM tersebut, menjadi tanggung jawab perusahaan. Mereka harus menganalisa apa yang menjadi masalah apakah kebocoran pipa atau pipa sudah rusak.

Sebenarnya dia sudah mendorong PDAM, agar kerja sama dengan pihak swasta. Namun, yang menjadi persoalan, PDAM tidak bisa masuk industri, karena sudah ada surat dari Bupati Serang sebelumnya, yakni ada kerja sama penyediaan air dengan perusahaan hingga 2030.

“Persoalan ini harus dibahas, karena terlalu panjang. Setahu saya bupati keluarkan kebijakan itu berlaku pada periode dirinya, enggak lewat terlalu jauh,” ucapnya.

Oleh karena itu, tutur dia, pemkab dan dewan akan minta legal opinion apakah harus terkunci sampai 2030 atau bagaimana.

“Jadi, PDAM pasarnya susah dia hanya dapat rumah, sedangkan rumah bukan untuk profit, tapi pelayanan dan profit itu dari industri, karena harga air tinggi di sana. Saya minta PDAM, dewan dan pemda duduk bersama kami cari solusi. Kami undang kejaksaan untuk minta legal opinion, supaya enggak salah,” tuturnya. (DN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here