Sebanyak 36 Ponpes di Banten Terdampak Bencana

Ponpes La Tansa yang berada di Lebak Gedong terendam banjir dan mengalami kerusakan, Rabu (1/1/2020).*

SERANG, (KB).- Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Banten mencatat, terdapat 36 pondok pesantren (ponpes) di Lebak dan Tangerang yang terdampak banjir. Ponpes tersebut beberapa mengalami kerusakan rusak ringan, berat bahkan hanyut khususnya yang berlokasi di Kabupaten Lebak.

Ketua Presidium FSPP Banten Periode 2014-2019 Ikhwan Hadiyyin mengatakan, bencana banjir di Lebak dan Tangerang turut membawa duka bagi ponpes. 36 ponpes ikut terdampak, mereka terdiri atas 34 ponpes salafi dan 2 modern. Ponpes tersebut mengalami kerusakan bervariasi, mulai dari mengalami rusak ringan dan rusak berat. Bahkan untuk di Kabupaten Lebak ada yang hanyut.

“Ini ada yang total pondok pesantren betul-betul habis, ada yang separo, ada yang sebagian. Mudah-mudahan para kiai dan santri untuk segera bangkit kembali membangun pesantrennya dan juga mengajar dengan sungguh-sungguh,” katanya usai pembukaan Musyawarah Besar (Mubes) V FSPP Banten di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Kecamatan Curug, Kota Serang, Kamis (9/1/2020).

Total santri dari ponpes yang terdampak mencapai di atas 9.000. Mereka yang ponpes di Lebak dan mengalami rusak berat terpaksa harus melaksanakan kegiatan belajar-mengajar di pengungsian. Sementara yang rusak ringan tetap bertahan di ponpes masing-masing dan mulai melaksanakan belajar-mengajar.

“(Yang rusak berat) santrinya di penggungsian, belajar-mengajar di situ,” ujarnya.

Sampai saat ini kondisi pesantren utamanya yang mengalami rusak ringan sudah berangsur pulih. Contohnya Pondok Pesantren La Tansa di Kecamatan Cipanas, Kabupaten Lebak. Mereka sudah melaksanakan kegiatan belajar seperti semula. Lumpur-lumpur yang masuk ke kawasan ponpes juga sudah dibersihkan.

“Alhamdulillah (korban jiwa) santri tidak ada, cuma mobil 1, motor 6 dengan beberapa bangunan rumah guru yang terkena,” ujarnya.

Untuk membantu ponpes tersebut, FSPP telah bergerak menghimpun dana yang dihimpun dari FSPP tingkat kecamatan sampai kabupaten/kota. Tidak hanya itu, ponpes terdampak bencana juga akan didahulukan mendapatkan hibah dari pemprov senilai Rp 30 juta pada APBD Banten 2020.

“Untuk 30-an (ponpes) di Lebak dan juga beberapa pengurus ini akan diutamakan minggu ini dicairkan. Karena kasihan pondok yang terimbas bencana yang cukup dahsyat,” ujarnya.

Kepala Biro Kesra Setda Provinsi Banten Irvan Santoso mengatakan, pencairan hibah ponpes senilai Rp 30 juta segera dilakukan. Pencairan diutamakan kepada ponpes yang sudah mengajukan dan dianggap memenuhi persyaratan administrasi.

“Ada yang hari ini Kamis (9/1/2020), dan ada juga yang Jumat (10/1/2020),” ujarnya.

Proses pencairannya dilakukan langsung ke rekening ponpes bersangkutan. Setelah itu masing-masing diharuskan membuat laporan pertanggungjawaban terkait penggunaannya.

“Harus ada laporan pertanggungjawaban,” katanya.

Merujuk pada pencairan hibah ponpes 2018, pihaknya memberikan beberapa catatan. Salah satunya terkait penyampaian laporan pertanggungjawaban beberapa ponpes di satu kecamatan yang terlambat.

“Ini aja penyampaian itukan harusnya 10 Januari yah, tapi kemarin ada sedikit ada keterlambatan. Jadi baru selesai seluruhnya ada Bulan Maret (2019),” ujarnya.

Sementara untuk penggunaan hibah yang diberikan, ia mengaku, tak memiliki catatan. Sebab, tak ada laporan mengenai kejanggalan dalam penggunaan hibah tersebut.

“(2018) enggak (cair semua), 3.097 yang cair dari 3.122, sisanya dikembalikan ke kas daerah. (Penyebabnya) banyak salah nama, ada juga yang masuk ternyata badan hukumnya masih diragukan,” tuturnya. (SN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here