Sebagian Besar Hasil Penyerahan dari Pemkab Serang, Belasan Aset Tanah Masih Sengketa

SERANG, (KB).- Panitia Khusus (pansus) aset DPRD Kota Serang menyatakan, belasan aset Kota Serang berupa bidang tanah masih sengketa, sebagian besarnya hasil penyerahan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang.

Ketua Pansus Aset DPRD Kota Serang Tubagus Ridwan Akhmad mengatakan, aset bidang tanah yang bermasalah dan masih sengketa sebanyak 16 item. Dari 16 item tersebut, sebagian besar hasil penyerahan aset dari Kabupaten Serang.

“Ada 16 item bidang tanah yang sengketa, sengketa ini ada yang base datanya dari Kabupaten Serang ada juga dari yang lain,” kata politikus PKS tersebut, Jumat (14/2/2020).

Menurut dia, sengketa aset tersebut, sudah cukup lama, hanya saja sengketa aset itu baru terekspose pada saat Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) memaparkan tentang aset di Komisi III DPRD Kota Serang.

“Base data dari Kabupaten Serang ini contoh sengketa tanah Kantor Dindikbud Kota Serang, itu kan sedang proses pengadilan, karena dokumen kepemilikannya dikuasai oleh koperasi di Jawa Barat,” ujarnya.

Selain Dindikbud Kota Serang, ucap dia, salah satu hasil penyerahan dari Kabupaten Serang, yaitu Puskesmas Pembantu (Pustu) di Karangantu yang masih dalam sengketa.

“Kemudian, Pustu di Karangantu itu juga base datanya dari Kabupaten Serang, jadi dari 16 item itu memang sebagian besar base datanya dari penyerahan Kabupaten Serang,” tuturnya.

Sehingga, kata dia, pembentukan pansus aset DPRD Kota Serang selain untuk mendorong penyerahan aset juga akan berbicara terkait pengamanannya. Pihaknya tidak mengharapkan aset yang diserahkan dari Kabupaten Serang tidak disertai dengan dokumen kepemilikan yang lengkap.

“Ini yang kami dorong ke pemkot, supaya jangan sampai aset yang diserahkan dokumennya bermasalah dan berdampak pada pelayanan publik,” ujarnya.

Sementara itu, saat Kabar Banten mengonfirmasi Kepala Bidang Aset pada BPKAD Kota Serang Sukanta terkait rincian aset yang masih sengketa, dia menyatakan akan mengirimkan datanya. Namun, hingga berita ini ditulis tidak ada data aset yang diterima. (Masykur/YA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here