Seba Baduy Jadi Magnet Wisatawan

Seba Baduy

MASYARAKAT Baduy yang tinggal di pedalaman Kabupaten Lebak, Banten, “turun gunung” untuk merayakan seba pada 4 Mei 2019. Acara Seba Baduy akan menyedot ribuan orang wisatawan, baik lokal maupun luar daerah.

“Kita berharap perayaan seba berjalan lancar,” kata pemuka adat Baduy yang juga Kepala desa (Kades) Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Saija, Selasa (23/4/2019).

Perayaan seba akan dihadiri ribuan warga Baduy Luar (Baduy Penamping) dengan pakaian hitam-hitam dan ikat kepala biru dan Baduy Dalam (urang jero) yang tersebar di Kampung Cibio, Cikawartana dan Cikeusik. Masyarakat Baduy Dalam dengan ciri khas berpakaian putih-putih dan ikat kepala putih untuk merayakan seba berjalan kaki hingga ratusan kilometer.

Perayaan Seba Baduy rencananya digelar 4 Mei 2019 bertempat di Gedung Pendopo Pemerintah Kabupaten Lebak. Namun, sebelum perayaan seba, masyarakat Baduy berjalan kaki hingga 3 km dari Kampung Pariuk ke Pemkab Lebak.

“Kami yakin perayaan seba tahun ini cukup meriah,karena panen hasil pertanian cukup bagus,” ujarnya.

Kasubag Pemberitaan Humas Sekretariat Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Lebak, Aep Dian Hendriawan menyebutkan, perayaan seba tahun ini akan menampilkan produk kerajinan masyarakat Baduy. Di antaranya kain tenun, tas koja, batik dan aneka souvenir. Perayaan Seba Baduy tahun ini dapat mendongkrak kunjungan wisata domestik dan wisatawan asing.

Masyarakat Baduy merayakan seba dengan membawa komoditas hasil bumi. Seperti padi, gula aren, pisang, sayur-sayuran dan palawija. Selama ini, kehidupan masyarakat Baduy mengandalkan dari bercocok tanam pertanian ladang darat.

“Dari hasil pertanian ladang itu, sebagian di antaranya diserahkan hasil bumi kepada kepala daerah,” katanya.

Ia mengemukakan, perayaan Seba Baduy merupakan bentuk silaturahim masyarakat Baduy dengan kepala daerah, yakni bupati dan gubernur sebagai “Bapak Gede” atau kepala pemerintah daerah.

Kegiatan Seba Baduy dilakukan setelah warga Baduy menjalani ritual kawalu selama tiga bulan. Ritual kawalu berlangsung selama tiga bulan dan pada kurun waktu tersebut kawasan Baduy tertutup bagi wisatawan.

Perayaan Seba Baduy merupakan upacara tradisi sakral warga Baduy yang tinggal di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak yang telah dilaksanakan secara turun temurun sejak zaman Kesultanan Banten. Perayaan seba itu nanti disampaikan dari masyarakat Baduy yakni menitipkan pesan kepada pemerintah untuk menjaga kelestarian alam, hutan, dan lingkungan.

Selama ini, masyarakat Baduy tinggal di kawasan hutan Gunung Kendeng dan perlu pengamanan dan penjagaan agar kelestarian hutan tersebut tidak menimbulkan malapetaka bencana alam.

“Kami berharap Seba Baduy menjadikan destinasi wisata yang bisa mendatangkan wisatawan domestik maupun mancanegara,” tuturnya. (Nana Djumhana)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here