Seba Baduy 2019, Paket Wisata Lengkap di Jantung Kota Rangkasbitung

Warga Baduy saat melakukan kegiatan Seba.*

PROSESI adat turun gunung ribuan masyarakat adat Baduy yang telah berlangsung sejak ratusan tahun lalu. Seba Baduy selalu menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Untuk menyambut kedatangan warga Baduy yang akan melakukan agenda rutin tahunan “Seba”, pada tanggal 4 Mei 2019, pemerintah melalui berbagai komunitas melakukan serangkaian kegiatan untuk menjaring wisatawan.

Tepat di sebelah pintu gerbang Pemkab Lebak, berdiri sebuah panggung besar yang digunakan sebagai pusat kegiatan pendukung Seba Baduy 2019. Memanjang hingga gedung DPRD Lebak, berdiri puluhan gerai dengan konten Baduy, kopi, GenPI, kuliner, hingga beragam berbagai produk kreatif asal Lebak.

Aula Museum Multatuli yang selama ini sering digunakan sebagai tempat berbaai kegiatan diskusi, disulap menjadi sebuah galeri lengkap dengan puluhan lukisan karya para pelukis dari berbagai daerah di Banten.

Sementara itu Kantor Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah yang asri, dipilih menjadi lokasi untuk kegiatan Coaching Clinik Ekowisata dan Wildfotografi, serta Coaching Clinik penulisan esai yang diikuti puluhan peserta.

Beragam kegiatan dan atraksi yang telah dan akan terus digelar sepanjang pekan ini, diyakini akan berhasil menyedot pengunjung baik warga lokal dari berbagai wilayah di Kabupaten Lebak, serta warga dari berbagai daerah lain.

”Seba Baduy selalu menjadi event yang dinanti. Apalagi, story dari Baduy sendiri sungguh sangat luar biasa. Mereka tetap menjalankan tradisi dan adat secara utuh. Tetap bertahan dengan adatnya di tengah derasnya modernisasi dunia,” ucap Staf Khusus Menteri Bidang Multikultural Kemenpar Esthy Reko Astuty, Senin (29/4), seperti dilansir di liputan6.com.

Sejak dibukanya pameran lukisan oleh Asda III Pemkab Lebak Dedi Lukman, didampingi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Hj. Virgojanti dan Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Iman Rismahayadin, ruang pameran lukisan tak pernah kosong dari pengunjung.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Lebak, Imam Rismahayadin menyatakan, rangkaian acara pendukung Seba Baduy yang akan digelar mulai tanggal 29 April itu akan dilaksanakan oleh berbagai komunitas yang ada di Kabupaten Lebak

”Untuk kegiatan pendukung seba kami serahkan sepenuhnya pada komunitas. Namun untuk memastikan kegiatan atau komunitas apa yang akan ikut berperan dalam rangkaian kegiatan seba, kami mempercayakan pada dua orang korator yang kami nilai memiliki kapasitas untuk memilah usulan kegiatan dari komunitas,” kata Imam.

Imam menambahkan, khusus untuk kegiatan seba kali ini, korator menetapkan dua kegiatan coaching klinik yaitu tentang ekowisata dan wildfotografi, serta lomba penulisan esai Seba Baduy.

”Coaching clinik ekowisata dan wildfotografi yang menghadirkan nara sumber pakar ekowisata Nurdin Razak sejalan dengan visi misi Pemkab untuk menjadikan Lebak sebagai salah satu daerah unggulan pariwisata nasional berbasis kearifan lokal, dengan memberikan pemahaman pada generasi muda tentang kepariwisataan. Sedangkan lomba penulisan esai Seba Baduy yang dilaksanakan oleh Komunitas Sastra Balkon, merupakan salah satu upaya kami untuk membuat jejak literasi kegiatan seba,” ujar Imam.

Dalam laman resmi Dinas Pariwisata Banten dinyatakan, perayaan Seba Baduy akan diikuti ribuan warga Baduy Luar dan Baduy Dalam. Warga Baduy Luar atau Baduy Pendamping akan mengenakan pakaian hitam dengan ikat kepala biru. Bagi warga Baduy Dalam atau Urang Jero memakai busana dan ikat kepala putih. Mereka akan berjalan kaki hingga ratusan kilometer.

Urang Jero saat ini tersebar di Kampung Cibio, Cikawartana, dan Cikeusik. Sebelum perayaan Seba, para masyarakat Baduy akan berjalan sejauh 3 kilometer. Rutenya dari Kampung Pariuk menuju Pendopo Pemkab Lebak.

”Longmarch masyarakat Baduy selalu jadi daya tarik. Sebab, rangkaian upacara adatnya sangat unik. Kami optimistis, eksotisya Seba Baduy akan menarik banyak wisatawan,” tutur Esthy.

Mobilitas warga Baduy menjadi daya tarik tersendiri. Sebab, beragam komoditas hasil bumi dari Baduy akan ikut diarak. Produk unggulan hasil bumi Baduy di antaranya, padi, gula aren, pisang, sayuran, dan palawija. Sebab, masyarakat Baduy sangat mengandalkan bercocok tanam secara tradisional.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani mengatakan, Seba Baduy luar biasa. ”Seba Baduy adalah event terbaik. Event ini menjadi gambaran keseimbangan hidup antara manusia dan alam. Mereka tetap kuat mempertahankan tradisi para leluhur. Silakan berkunjung langsung ke Lebak dan Serang untuk menikmati kemeriahan Seba Baduy tersebut,” kata Rizki.

Menjalankan tradisi leluhur, rangkaian panjang dilakukan masyarakat Baduy. Sebelum seba digulirkan, masyarakat Baduy menjalankan ritual Kawalu selama 3 bulan penuh. Selama proses Kawalu, seluruh kawasan Baduy akan tertutup bagi masyarakat umum. Ritual ini merupakan bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan hasil bumi masyarakat Baduy.

”Seba Baduy sarat dengan muatan religi. Pusat dari semuanya tetap tertuju kepada Tuhan Yang Esa. Hal itu tentu menjadi inspirasi terbaik. Ada banyak pesan moral luar biasa di situ. Untuk itu, mari bergabung dengan masyarakat Baduy dalam perayaan seba yang agung ini,” ujar Rizki lagi.

Ritual Kawalu sendiri terbagi dalam 3 sesi. Nuansa religi pun semakin kental dalam ritual Kawalu ke-3. Saat itu, masyarakat Baduy melakukan puasa. Ritual berbukanya pun unik. Sebelum makan juga minum, proses berbuka diawali dengan memakan daun sirih dan gambir. Kewajiban puasa berlaku bagi warga Baduy dengan usia di atas 15 tahun.

”Masyarakat Baduy selalu menginspirasi. Perayaan Seba Baduy tentu jadi momentum terbaik, terutama bagi pariwisata Banten. Selalu ada pergerakan wisatawan yang masif menuju ke sana. Event ini memberi impact positif bagi perekonomian masyarakat secara umum,” ucap Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional II Kemenpar Adella Raung.

Dimulainya Exciting Banten on Seba Baduy 2019 mendapat apresiasi Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya. Menpar optimistis, event ini akan memberikan input maksimal bagi industri pariwisata di sana.

”Seba Baduy selalu menarik perhatian publik. Kontennya unik dan menarik. Wisatawan akan mendapat banyak experience terbaik. Dengan pergerakan wisatawan besar di sana, value bagi industri pariwisata akan maksimal,” tutur Menpar. (Tono Soemarsono)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here