SDN Terdampak Tol Serang-Panimbang, Disdikbud Kabupaten Serang Pertanyakan Kepastian Relokasi

SERANG, (KB).- Rencana relokasi empat bangunan Sekolah Dasar (SD) terdampak proyek pembangunan tol Serang-Panimbang di Kecamatan Kragilan dan Cikeusal belum ada kepastian. Oleh karena itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Serang akan kembali berkoordinasi dengan Panitia Pembuat Komitmen (PPK) jalan tol Serang Panimbang untuk menanyakan kepastian tersebut.

Kepala Bidang Pembina SD pada Disdikbud Kabupaten Serang Aber Nurhadi mengatakan, belum tahu mengapa sampai sekarang belum ada relokasi. Menurutnya, hal itu masih perlu ditanyakan kepada pihak PPK tol agar bisa memberikan penjelasan. ”Kita juga belum tahu alasannya (Kenapa belum direlokasi). Jadi empat sekolah itu masih ditempati semua, tiga di Cikeusal dan satu di Kragilan,” ujarnya kepada Kabar Banten, Jumat (18/1/2019).

Menurut Aber, sampai saat ini siswa siswi yang sekolahnya terdampak tol tersebut masih belajar di gedung lama. Namun sampai saat ini bangunan sekolahnya masih aman dan utuh. ”Berisik sih sedikit namanya ada pembangunan,” katanya.

Ia mengatakan, pada Desember 2018, pihaknya sudah menyerahkan surat terakhir terkait relokasi tersebut. Namun sampai saat ini belum ada kejelasan. ”Kalau kita intinya melarang dibongkar kalau belum ada gantinya. Kita enggak setuju itu (dibongkar). Harus tanya Pak Gandi (PPK 1 jalan tol), kalau kita sudah tanyakan Desember kemarin sudah serahkan surat terakhir,” ucapnya.

Disinggung soal adanya desakan pembongkaran, Aber mengatakan, sementara desakan itu baru ada dari PPK 2 jalan tol. Namun desakan itu disampaikan kepada PPK 1. Namun dalam hal ini PPK 1 tidak setuju untuk dibongkar sebelum ada lahan penggantinya. ”Tapi PPK 2 sempat bilang ke PPK 1 tapi PPK 1 enggak mau, sesuai permintaan kita. Sehingga Pak Gandi menjamin sekolah tidak akan dibongkar sebelum ada penggantinya,” tuturnya.

Oleh karena itu, sampai saat ini Dinas Pendidikan masih menungu relokasi tersebut akan dilakukan. Namun waktunya masih belum jelas. ”Masih menunggu. Itu nanti kita akan koordinasi lagi. Relokasi belum tahu kapan waktunya,” ucapnya.

Aber mengatakan, belum dilakukan relokasinya empat sekolah tersebut sedikit banyak memang mengganggu aktivitas belajar mengajar siswa. Sebab ada salah satu sekolah yang tepat berada di pinggir jalan tol tersebut. ”Mungkin kalau kendaraan lalu lalang berisik. Mudah-mudahan tidak mengganggu keselamatan siswa, asal sekolah itu tidak roboh saja. Khawatir kita itu sekolah roboh tapi kelihatannya masih aman,” tuturnya. (DN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here