SDN Terdampak Tol Serang-Panimbang Direlokasi 2020

SERANG, (KB).- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang memperkirakan relokasi empat Sekolah Dasar Negeri (SDN) terdampak proyek pembangunan jalan Tol Serang-Panimbang di Kecamatan Cikeusal dan Kragilan, Kabupaten Serang baru dilakukan 2020.

Hal itu karena saat ini rencana relokasi masih pada tahap proses pembebasan lahan. Empat SD terdampak tersebut yakni SDN Cipete di Kragilan, SDN Cilayang Guha, Inpres Cikeusal dan SDN Seba di Cikeusal.

Diberitakan sebelumnya, untuk relokasi SDN Seba sempat terkendala dengan penetapan lokasi relokasi. Hal itu dikarenakan lahan yang akan dijadikan area relokasi SDN tersebut merupakan tanah hibah yang pemiliknya berada di beberapa daerah terpisah sehingga alas haknya terkendala.

Pemkab juga sempat berencana mencari lahan alternatif untuk merelokasi SDN Seba agar relokasi dapat segera dilakukan karena saat ini pembangunan tol sudah berjalan. Tetapi, kini alas hak lahan tersebut dapat dilengkapi.

Asisten Daerah 1 Pemkab Serang Asep Saepudin Mustopa mengatakan, berdasarkan laporan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) bahwa alas hak lahan untuk relokasi SDN Seba sudah diterima Badan Pertanahan Nasional (BPN). Setelah itu, BPN tinggal menindaklanjuti proses pembuatan peta bidang dan pengukuran.

“Mudah-mudahan segera lanjut ke penilaian harga dari appraisal. Kalau selesai ada pembayaran (2019), 2020 masuk ke pembangunan gedung SD,” tuturnya.

Asep mengungkapkan, targetnya kalau ini bisa dilakukan pemetaan dan pengukuran oleh BPN, berarti syarat penilaian appraisal selesai. “Saya akan segera mendesak untuk menilai, November mudah-mudahan sudah ada penilaian dan pembayaran akhir Desember dan 2020 fisik. Kalau sudah lelang saja ini aman,” katanya.

Ia menjelaskan, relokasi SDN terdampak ini memang alot pada Seba. Sedangkan untuk tiga SD lainnya bersama dua tanah wakaf dan balai Desa Cikeusal sudah tuntas kelengkapan berkasnya sebagai syarat untuk ke tahap pembayaran. Luas lahan pengganti SDN Seba sekitar 4.000 meter persegi. “Lahannya yang kemarin kita survei dekat rumah pak lurah,” ujarnya.

Disinggung soal kondisi belajar mengajar siswa, Asep menjelaskan, bangunan yang ada saat ini tidak boleh diganggu gugat. Sebelum ada gedung pengganti dibangun. “Kalau sudah ada mah terserah mau dirubuhin juga. Nanti kita punya SD yang lahannya lebih luas dan representatif,” katanya.

Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Sekolah Dasar pada Dindikbud Kabupaten Serang Aber Nurhadi mengatakan, berkas alas hak lahan untuk relokasi SDN terdampak tol termasuk SDN Seba saat ini sudah diserahkan kepada staf Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Tol Serang-Panimbang, Jumiran. Jumat (11/10/2019).

“Alas hak tanah pengganti sudah diterima oleh pihak PPK jalan tol termasuk pengganti Seba,” ujarnya kepada Kabar Banten, Jumat (11/10/2019).

Aber menjelaskan, setelah ini pihak BPN akan melakukan pengukuran ulang bersama tim appraisal. Pihaknya menargetkan penggantian tersebut bisa selesai tahun ini. (DN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here