SD Sadah Dibangun Dekat Puspemkab, Pemkab Serang Batal Bebaskan Lahan

SERANG, (KB).- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang berencana membangun Gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) Sadah di lahan yang sudah milik pemkab, yakni di sekitar Lingkungan Pusat Pemerintahan Kabupaten (Puspemkab) Serang. Oleh karena itu, pemkab juga akan membatalkan rencana pembebasan lahan di lokasi lain untuk merelokasi SD tersebut.

“Yang namanya pembelian lahan, maka mencari lahan dulu, tapi kalau lahannya sudah ada ngapain beli lagi. Pusat pemerintahan itu kan di Cisait (sebagian) di desa itu juga. Kalau kami beli lahan lagi, pertama yang sudah pasti tidak mungkin akan terbangun 2019, karena 2019 konsentrasi kami kepada pemilu,” kata Penjabat Sekda Pemkab Serang, Agus Erwana, yang ditemui wartawan di Setda Pemkab Serang, Selasa (30/1/2017).

Kemudian, ujar dia, jika pengadaan lahan dilakukan sekarang, tetapi belum tentu akan masuk, karena tahapannya sulit. Jadi, lebih bagus jika lahan yang ada dimanfaatkan dan itu memenuhi persyaratan baik dari segi jarak dan sebagainya. Lokasinya masih sekitaran puspemkab dan itu lahan pemkab.

“Kenapa tidak dibangun di situ. Walaupun saya dapat laporan katanya masyarakat maunya di lingkungan kampung itu saja (Kampung Sadah). Tapi ini sekolah loh ya, yang memanfaatkan bukan warga di situ saja, mungkin warga yang lain juga nanti,” ujarnya.

Ia berharap, warga menerima rencana pemkab. “Saya mengharapkan warga ya sudah toh ini pemerintah sudah akan membangun kita terima itu, dan ini tidak menyalahi aturan, Insya Allah,” ucapnya.

Warga mempermasalahkan jarak tempuh, tutur dia, jika dilihat sekarang mungkin jauh, seperti Polres juga kelihatannya jauh, tapi kalau sudah jadi nanti dekat. “Katanya kalau berputar artinya berputar tuh sampai keujung jalan tol baru masuk depan Polres 1,3 kilometer, tapi nanti kalau sudah jadi jalan lainnya akan lebih dekat,” katanya.

Untuk luas lahannya, ujar dia, ada sekitar 4.000 meter, namun nanti akan dilihat kebutuhannya berapa dan yang jelas tidak mengganggu kebutuhan lahan untuk puspemkab. “Kan sudah diploting,” ujarnya.

Ia mengatakan, akan secara perlahan memberikan pemahaman ke masyarakat. “Ya kami coba lah beri pemahaman, kalau katanya itu jauh, ya kami siapakan bantuan kendaraan sekolah, seperti yang ada di Tanara, karena kalau kami beli lahan lagi, tapi gak bisa ngebangun, buat apa juga. Sekarang bisa membangun ya sudah bangun saja lahannya toh sudah ada,” tuturnya.

Pembangunannya, kata dia, diarahkan tahun ini karena sekolah sangat penting, jangan sampai tidak terbangun lagi, nanti ramai lagi. “Mudah-mudahan semua masyarakat bisa menerima,” ujarnya.

Sementara, anggota Komisi II DPRD Kabupaten Serang, Dada Suhada setuju dengan rencana pemkab membangun SD Sadah di sekitar lahan puspemkab. Menurut dia, daripada terkatung-katung belum tentu dibangun di 2018 atau 2019, jika sekarang lahannya sudah siap dan masih didaerah situ, lebih baik warga setujui saja.

“Kasihan siswanya, kalau bebaskan lahan kan anggaran lagi, waktunya juga lama, nanti malah makin lama dibangun, sedangkan belajar perlu tempat layak. Kalau alasannya jauh kan ada bus sekolah pemkab bisa programkan,” ujarnya. (YY)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here