SAVE BANTEN

Oleh : Dr. H. Wawan Wahyuddin

Banten dengan ciri khasnya yang heroik egaliter religius mandiri mesti dipertahankan dalam mnghadapi persaingan hidup di era yang penuh tantangan. Perkumpulan Urang Banten (PUB) bekerjasama dengan Pemprov Banten menggelar Focused Discussion Forum yang salah satunya bertujuan menyelamatkan kondisi geografis Banten, khususnya kawasan pesisir dan kelautan.

Selain menjadi daya tarik wisatawan baik ading maupun domestik, kawwasan pesisir dan kelautan Banten menyimpan titipan ilahi berupa kekayaan pasir terumbu karang panorama indah ikan dengan aneka ragam jenis dan warna yang wajib dijaga eko sistemnya, terlebih pasca tsunami dan ledakan Krakatau.

Dari hal apa Banten perlu diselamatkan? Pertanyaan menggelitik yang harus dijawab tulus tanpa tendensius. Dalam hal menjaga heroisme kita dituntut tuk berani tegar dan tegas terhadap penyelewengan kekuasaan dengan KKN-nya yang telah menjadi amanat reformasi dan cita cita luhur saat akan berdirinya Provinsi Ujung Barat Pulau Jawa.

Dalam hal menjaga heroik Banten mesti tegar dan tegas untuk siapapun yang merusak eko sistem alam, yakni galian pasir baik di darat maupun laut yang dalam jangka panjang dapat berakibat kehidupan madarat bagi masyarakat.

Dalam hal manjaga nilai religi, kita mesti bersatu mrnjaga trilogi kerukunan umat beragama, baik internal umat beragama, antar umat beragama dan umat beragama dengan pemerintah secara harmoni yang telah lama disimbolkan dengan keberadaan kelenteng berdekatan dengan masjid Banten Lama.

PUB sangat egaliter menghargai aneka macam suku, ras, agama yang siapapun tinggal di Banten dan ia bersedia membangun Banten welcome. Hal ini pun telah lama tak terbantahkan keberadaan suku Bugis di Karangantu, Kebalen. Dramayon yang semua itu hidup rukun tinggal dan mengabdi di Banten.

Dalam menjaga dan menyelamatkan generasi di Banten bermodal religi heroik dan egaliter bersama kita hadapi bahayanya narkoba radikalisme, hedonisme dengan tetap mempertahankan ideologi Pancasila yang sudah final dan mnjadi konsensus nasional.

Begitu hebat dan tanggung jawabnya para pndahulu kita dengan simbol mata uang saja pada zaman KH Achmad Chotib telah memiliki mata uang sendiri yang dikenal dengan ORIDAB eang Rep Indonesia daerah Banten sungguh luar biasa kontribusi Banten dalam menopang perekonomian Indonesia.

Kini dengan dimilikinya PT KS, Bandara Soeta, Selat Sunda, Jalan Tol Bendungan, kawasan pesisir dan potensi kelautan dan ribuan pabrik, sudah mestinya Banten berani menunjukkan dirinya agar terlepas dari kondisi madrasah/ sekolah yang tidak layak.

Kemiskinan sosial, kondisi jalan yang rusak, pasar tradisional yang kumuh, berobat susah bagi yang tak mampu, kondisi sungai yang jauh dari bersih dan kumuh, Ponpes yang tak tersentuh, pengangguran yang terus tumbuh, perilaku korup yang belum saja sembuh dan kondisi sosial yang masih belum sempurna apalagi utuh.

Terlebih bila Allah menghendaki sambil menunggu putusan MK di persidangan nanti ternyata Wapresnya KH Ma’ruf Amin yang jadi, mestinya Banten tampil lebih bergigi, bersinergi, berkontribusi lebih lagi untuk kejayaan NKRI.

Kondisi era milenial dan digital ini menuntut kita untuk unjuk prestasi dan prestise demi Banten yang berbudi di hadapan publik, terlebih di hadapan ilahi Robbi.

Di dunia pendidikan tinggi, harapan besar tertumpu antara lain kepada UIN Sultan Maulana Hasanuddin yang telah berubah dari IAIN menjadi UIN dan UNTIRTA yang telah memiliki Fakultas Kedokteran. Kedua lembaga ini kelak menjadi lokomotif bagi kemajuan Banten ke depan. UIN membawahi MI, MTs, MA dan Ponpes. UNTIRTA membawahi SD, SMP, SMA. Malah keduanya kini berkolaborasi sebagai input bgi siapapun yang ingin berprestasi.

Pemprov Banten pun diharapkan tampil dengan dana segar Rp 100 miliar, maka lebih dari itu mestinya UIN lebih besar lagi. Sebab visi Banten yang iman takwa berakhlakul karimah perlu ditopang dengan berdirinya asrama untuk ma’had/ pesantren tinggi di lingkungan UIN Sultan Maulana Hasanudin Banten.*

2 KOMENTAR

  1. Banten telah mendunia, banten adalah tempat lahirnya kaum intellectual nan religious, hal ini dibuktikan dengan munculnya syeikh nawawi Al bantani kisaran abad 19. Semoga di era milenial ini banten kembali berjaya, banten kembali mendunia Karena kemunculan kaum-kaum terdidik, kaum-kaum cendekiawa, Dan kaum-kaum Yang berwawasan global namun bernafaskan Islam. Semoga. Aamiin

  2. Banten telah mendunia, banten adalah tempat lahirnya kaum intellectual nan religious, hal ini dibuktikan dengan munculnya syeikh nawawi Al bantani kisaran abad 19. Semoga di era milenial ini banten kembali berjaya, banten kembali mendunia Karena kemunculan kaum-kaum terdidik, kaum-kaum cendekiawan, Dan kaum-kaum Yang berwawasan global namun bernafaskan Islam. Semoga. Aamiin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here