Satu Pasien Positif Covid-19 di Kota Serang Sembuh

SERANG, (KB).- Satu pasien positif Covid-19 di Kota Serang dinyatakan sembuh pada Jumat (22/5/2020). Sehingga, saat ini tercatat ada empat pasien positif Covid-19 yang dinyatakan sembuh.

Sebelumnya, ada delapan pasien positif, satu orang meninggal dunia, empat orang dirawat dan tiga orang sembuh. Kini, pasien sembuh bertambah menjadi empat pasien yang sembuh.

Juru bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Serang W Hari Pamungkas mengatakan, satu pasien yang dinyatakan sembuh merupakan warga Kelurahan Terondol, Kecamatan Serang.

“Pasien sembuh pria berinisial AM, umur 53 tahun. Tinggal di Kelurahan Trondol, Kecamatan Serang,” ujarnya, Jumat (22/5/2020).

Sebelumnya, pasien tersebut berstatus orang tanpa gejala (OTG) yang bekerja sebagai karyawan di salah satu rumah sakit swasta di Kota Serang.

“Pasien sudah melakukan swab pada 18 Mei kemarin di rumah sakit Sari Asih Cipondoh, Tangerang. Hasilnya keluar hari ini dan dinyatakan negatif Covid-19,” ujarnya.

Meski pasien telah dinyatakan sembuh, ia menjelaskan, tetap harus melakukan isolasi mandiri selama 14 hari ke depan. Hal ini untuk memastikan kesembuhan pasien secara total.

“Iya, jadi AM (pasien) harus mengikuti anjuran untuk isolasi mandiri selama 14 hari. Setelah itu baru bisa beraktivitas kembali dengan normal,” ucapnya.

Dikatakan Hari, dengan bertambahnya pasien positif Covid-19 yang sembuh, Pemerintah Kota (Pemkot) Serang optimis pandemi ini dapat segera berakhir. Namun, tentu hal ini dapat didukung oleh masyarakat untuk mengikuti setiap imbauan yang dikeluarkan oleh pemerintah, salah satunya menghindari kerumunan dan tetap menjaga jarak.

“Artinya, segala sesuatu yang dilakukan pemerintah dan tenaga kesehatan khususnya telah berupaya untuk menangani Covid-19 dengan baik. Namun, apabila tidak ada peningkatan kedisiplinan dari masyarakat Kota Serang, tentu pandemi ini sulit untuk dicegah,” ujarnya.

Maka dari itu, Gugus Tugas Covid-19, mengajak seluruh masyarakat Kota Serang agar mengikuti semua anjuran, imbauan dan surat edaran yang telah dikeluarkan oleh Pemkot Serang. Dengan menjaga jarak, tidak berkerumun dan tetap dirumah saja, adapun berakitivas tetap memperhatikan protokol kesehatan.

“Jadi, fenomena “jedogan” harus disikapi secara arif oleh semua orang. Bukan semata-mata menjadi tugas pemerintah saja, tetapi seluruh elemen masyarakat pun punya perhatian yang sama untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 di Kota Serang khususnya,” tutur Hari. (Rizki Putri)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here