Satpol PP Lebak Kembali Awasi Minimarket

LEBAK, (KB).- Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Lebak kembali melakukan pengawasan pada sejumlah waralaba menyusul banyaknya laporan dan pengaduan masyarakat tentang masih adanya waralaba yang melanggar larangan jam operasional.

Jam pengoperasian waralaba atau minimarket yang diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2012 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan pasar Tradisional serta Penataan Pusat Perbelanjaan Toko Modern disebutkan, waralaba atau minimarket harus mulai beroperasi pada pukul 09.00 WIB hingga 23.00 WIB.

Kepala Bidang Penegakan Perundang-undangan Daerah pada Dinas Satpol PP Lebak, Tati Suryati, membenarkan pihaknya telah menugaskan anggotanya untuk melakukan patroli dan pengontrolan pada seluruh waralaba atau minimarket yang berada di perkotaan di Kabupaten Lebak.

”Langkah itu harus kami lakukan menyusul adanya laporan dan pengaduan masyarakat bahwa masih ada waralaba atau minimarket yang secara diam-diam beroperasi sebelum pukul 09.00. Namun selama kami melakukan patroli ke lapangan, belum ada waralaba atau minimarket yang dipergoki melakukan pelanggaran aturan Perda,” ujar Tatai Suryati, Kamis (1/11/2018).

Tati menegaskan, apabila saat patroli dan pengontrolan kedapatan ada waralaba atau minimarket yang buka (beroperasi) sebelum pukul 09.00 WIB, pihaknya akan langsung memerintahkan anggotanya untuk kembali menutup waralaba tersebut.

”Sebenarnya kami sudah menempelkan stiker Perda Nomor 3 Tahun 2012 dibagian depan seluruh waralaba yang ada di Lebak. Namun, karena khawatir tetap dilanggar, maka kami harus terus melakukan patroli pengontrolannya,” tuturnya.

Ali, warga Rangkasbitung yang sering berbelanja ke waralaba mengungkapkan, hingga saat ini dirinya sering melihat ada waralaba atau minimarket yang masih melanggar Perda Nomor 3 Tahun 2012. Untuk itu, pihaknya sangat setuju dilakukan patroli, karena jika waralaba atau minimarket tetap membendel, maka dampaknya akan terasa oleh para pemilik warung kecil yang ada di sekitar minimarket tersebut.

”Saya pribadi sangat setuju jika seluruh waralaba ikuti jam pengoperasian yang telah diatur perda. Sebab, jika tidak menaati aturan pengoperasian, kasihan pemilik warung atau kios kecil dagangannya sering tidak laku,” tutur Ali. (Lugay/TS)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here