Jumat, 19 Oktober 2018

Sate Bandeng Jadi Buruan Wisatawan 

Selama libur panjang natal dan tahun baru, Kawasan wisata pantai Anyer-Cinangka banyak dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah. Baik lokal maupun non lokal semisal Jakarta, Bogor, Bekasi, Tasik bahkan hingga dari timur dan Sumatra pun datang ke Anyer.

Seperti kebiasaan masyarakat Indonesia lainnya, jika kita berkunjung ke suatu tempat baru, rasanya tak afdol jika tidak bawa buah tangan. Untuk dapat buah tangan di kawasan wisata Pantai Anyer, juga bukanlah hal yang sulit. Tidak sesulit mencari jarum di tumpukan jerami. Sebab beberapa tempat oleh-oleh sudah berjajar di pinggiran ruas jalan kawasan wisata iconik tersebut.

Cerita soal buah tangan, dari sekian tumpukan panganan yang berjejer di pusat jajanan dan oleh-oleh, mata pengunjung nampaknya tak bisa begitu saja lewat dari sate bandeng. Salah satu panganan khas tanah kesultanan ini banyak diburu oleh wisatawan. Alasannya beragam, mulai dari ingin mencicipi sampai untuk buah tangan keluarga di rumah.

Sebenarnya siapa yang tidak kenal sate bandeng, panganan olahan yang berbahan baku daging ikan bandeng ini sudah sejak lama diperjual belikan. Sate bandeng merupakan ikan bandeng yang ditusuk kayu layaknya sate pada umumnya. Jika pernah main ke Solo, sekilas makanan ini pun mirip sate buntel khas solo. Hanya saja bedanya, bahan utama sate bandeng adalah ikan bandeng.

Menariknya olahan panganan ini, daging dan tulang ikan bandengnya sudah terlebih dahulu di pisahkan. Selanjutnya daging ikan yang lunak itu digiling dan dicampur dengan bumbu yang khas. Racikan bumbu yang kaya akan rempah-rempah tersebut dimasukan ke dalam dan luar badan ikan agar meresap dan kemudian dibakar.

Salah seorang penjaga toko jajanan dan oleh-oleh di kawasan wisata pantai Anyer, Nurul mengatakan, untuk libur tahun baru ini tokonya banyak didatangi wisatawan. Kebanyakan mereka yang datang adalah wisatawan dengan menggunakan kendaraan pribadi. “Mobil pribadi sekarang mah banyak datangnya, kalau libur biasa sabtu minggu rombongan bus yang mampir,” ujarnya kepada Kabar Banten di lokasi, Selasa (2/1/2018).

Nurul Rahmawati mengatakan, saat momen liburan seperti tahun baru, biasanya yang wisatawan cari adalah makanan khas. Mereka membeli makanan itu untuk buah tangan keluarganya di kampung halaman. “Pas pulangnya banyak yang cari oleh-oleh,” ucapnya.

Pembeli sate bandeng di tokonya bukan saja dari wilayah Banten saja, namun ada juga yang berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT), Batam dan luar kota lainnya. Untuk sate bandeng, di tokonya tersebut dipatok harga Rp. 35.000 per porsi.  “Itu sudah langsung makan, sudah ada bumbu. Terus tulang sama duri sudah enggak ada, sudah dilumuri remlah-rempah bumbunya,” ujarnya.

Selain sate Bandeng, kata dia, para pembeli juga mencari makanan lain semisal emping, kripik tempe hingga teri krispi. Tentu saja banyaknya pembeli itu menjadi berkah tersendiri. “Ramelah pada beli oleh-oleh,” ucapnya.

Sementara itu, seorang wisatawan asal Cirebon Astria mengatakan sengaja mencari makanan khas untuk buah tangannya. Diringa pun merasa penasaran denvan sate bandeng. Sebab selama ini ia sudah sering mendengar panganan itu, hanya saja tiap kali singgah ke Banten beum semlat mencicipi. “Pengen nyobain penasaran,” ujarnya. (Dindin Hasanudin)***


Sekilas Info

Enam Spot dengan Balutan Nuansa Romantis di Yogyakarta

Yogyakarta memang memiliki segudang pesona yang akan menyihir Anda untuk datang kembali dan kembali. Suasana …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *