Sabtu, 26 Mei 2018
KETUA Umum Pengprov IPSI Banten, Ajat Sudrajat memberikan sambutan dalam kegiatan sarasehan di salah satu hotel di Kota Serang, Senin (14/5/2018).*

Sarasehan Jawara Banten, IPSI Banten Satukan Persepsi Pengcab

SERANG, (KB).- Sering terjadinya miskomunikasi antara pengurus cabang (pengcab) dengan pengurus provinsi (pengprov) terkait kejuaraan, membuat Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Banten mencari formula baru. Yakni, dengan menggelar Sarasehan Jawara Banten dengan tema ‘Menggali Potensi Menuju Prestasi Banten Cemerlang’ di salah satu hotel di Kota Serang, Senin (14/5/2018).

Perlu diketahui, acara tersebut dihadiri ratusan peserta. Mereka semua berasal dari tiga unsur. Yaitu seluruh perwakilan pengcab se-Banten dengan kuota masing-masing pengcab enam orang yang meliputi ketua, sekretaris, bidang prestasi, seni budaya, wasit, juri dan pelatih. Lalu ada 25 kasepuhan pencak silat dari Cimande, Bandrong, Terumbu, Aji Salam, Satria dan lain-lain. Selain itu, seluruh pengurus IPSI Banten.

”Kami kan ingin menyatukan persepsi semuanya. Makanya kami gelar sarasehan ini dan mengundang ketiga unsur tersebut,” ujar Ketua Umum Pengprov IPSI Banten, Ajat Sudrajat. Ajat menjelaskan, kenapa konsepnya dilaksanakan sarasehan, supaya silaturahmi, pemaparan program kerja dapat dan sinergi antara kegiatan IPSI kab/kota dan provinsi dapat.

”Jadi kedepannya tidak ada lagi miskomunikasi. Contohnya, jika ada kejuaraan seperti U-21 digelar provinsi pada Oktober, kabupaten/kota menggelar seleksinya pada Agustus. Jadi yang dikirimkan atlet terbaik. Tidak seperti saat ini. Kejuaraan mulai duluan, seleksinya belakangan di kabupaten/kota. Itu kan tidak benar,” ucapnya.

Ajat juga menyampaikan, di sarasehan ini semua peserta diberikan pengetahuan lebih terkait fokus pencak silat. Soalnya, saat ini IPSI tidak hanya berpusat pada kategori tanding sebagai ukuran prestasi atlet. Tapi juga mengembangkan seni budaya. Bahkan, akan digelar Kejurnas Festival Seni Budaya pada November mendatang di Kota Serang, yang memperlombakan tunggal, berpasangan, beregu sama bercerita.

”Jadi kami berikan pengetahuan tambahan dengan mendatangkan ahlinya dari Pengurus Besar (PB) IPSI Bidang Seni Budaya, Mas Joko. Soalnya, seperti goyangan Cimande itu tidak masuk hitungan. Yang dinilai kaidah geraknya. Seperti tari. Maka dari itu, harus diberikan pemahaman,” tuturnya.

Ketua Umum Pengcab IPSI Kota Serang, Hudra Sengsana, senang dengan adanya kegiatan sarasehan tersebut. ”Ini membuktikan bahwa organisasi pencak silat juga bisa profesional. Seperti cabang olah raga lainnya,” kata Hudra. (YA)*


Sekilas Info

Porprov V Banten, Atlet Kabupaten Tangerang Dilindungi BPJS Ketenagakerjaan

TANGERANG, (KB).- Komite Olah raga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Tangerang melakukan gebrakan dalam memberi kenyamanan bagi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *