Rabu, 22 Agustus 2018

Santri Pemuda yang Unggul

BARISAN Santri Kota Baja (Basa Baja) dan Pengurus Wilayah Nahdlatu Santri (PWNS) Kota Cilegon menggelar Majelis Kebangsaan Santri dengan tema “Mewujudkan Santri sebagai Pemuda Indonesia Unggulan” di Pondok Pesantren Nasrul Ulum, Pasar Bunder, Tegal Bunder, Purwakarta, Kota Cilegon, Rabu (25/10/2017). Kegiatan tersebut diikuti delegasi pondok pesantren, pemuda, pelajar, dan organisasi kemahasiswaan yang berada di Kota Cilegon.

Ketua panitia pelaksana, Wardiman menyatakan, kegiatan tersebut, bertujuan, agar santri sebagai generasi muda tidak mudah terjerumus dalam kelompok-kelompok yang nyata-nyata menolak Pancasila, bahkan dirasa merongrong keutuhan NKRI. Saat ini, santri harus lebih sadar dan menguatkan kehidupan berbangsa dan bernegara berdasarkan Pancasila dan UUD 45. “Sebab, menurut kami, Pancasila ini sudah final dan telah disepakati oleh semua ulama pada masa awal pendirian bangsa ini,” katanya.

Ia menuturkan, Majelis Kebangsaan Santri tersebut bertujuan untuk mewujudkan santri sebagai pemuda yang unggul dan cerdas. Santri harus unggul dalam segala bidang, tidak boleh tertinggal dengan kemajuan zaman saat ini. “Intinya santri itu harus berwawasan luas dan modern, namun dalam bersikap tetap sesuai dengan salafus saleh,” ujarnya.

Sementara itu, Pengurus Nahdlatu Santri Presidium Provinsi Banten, Endin mengapresiasi kegiatan tersebut. bahwa momentum Hari Santri Nasional harus dijadikan semangat santri dalam mempertahankan Pancasila dan menjaga keutuhan NKRI. Sebab, peran santri sebagai pemuda Islam tersbeut begitu melekat kuat dengan sejarah kebangsaan Indonesia, baik sebelum dan pada masa kemerdekaan. “Perjuangan santri tidak dapat diragukan lagi bagi bangsa ini, seiring dengan dikeluarkannya resolusi jihad oleh Hadrotusyeh KH. Hasyim Asy’ari dalam mengusir penjajah Inggris dari bumi Indonesia,” ucapnya.

Santri, tutur dia, harus tetap berpegang pada ulama nusantara, tidak boleh ikut-ikutan dengan gerakan-gerakan lain yang mencoba memecah belah persatuan bangsa. Terutama isu SARA (suku, agama, ras, dan antargolongan) yang begitu marak akhir-akhir ini dan ini jelas sangat berbahaya bagi kehidupan berbanga dan bernegara.  “Oleh karena itu, santri dituntut untuk terus berdakwah dengan santun dan berkontribusi dalam meng-counter setiap hal yang bisa membahayakan keutuhan NKRI,” katanya.

Majelis Pembina Nasional (MABINAS) Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII), KH. Matin Syarqowi ketika menjadi pemateri dalam kegiatan tersebut menjelaskan, santri sebagai generasi Islam dituntut untuk istikamah dalam merawat bangsa ini. Sebab, jelas dalam Islam menjaga dan merawat bangsanya, adalah sebagian dari iman.

“Hubbul waton minal iman harus menjadi dasar dalam menjalankan kehidupan berbangsa, tanpa ini, maka kami akan mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin merusak cita-cita bangsa yang sudah dirumuskan oleh para pendiri bangsa, terutama para ulama,” ujarnya. Hadir pada kesempatan tersebut, Ketua Umum PB Alkhairiyah Kota Cilegon, Ali Mujahidin, Sekjen Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Provinsi Banten, Ali Mustofa, serta ratusan perwakilan santri dari berbagai ponpes. (Himawan Sutanto)***


Sekilas Info

Proyek Betonisasi Bermasalah

CILEGON, (KB).- Proyek pembuatan jalan beton di Jalan Pangeran Antasari, Kelurahan Jombang, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *