Samsul Laporkan Pembagian Doorprize, Vera: Itu Bahan Kampanye Sesuai Ketetapan KPU

SERANG, (KB).- Tim pemenangan pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Serang, Samsul Hidayat-Rohman melaporkan Vera Nurlaela Jaman ke Panitia pengawas pemilu (Panwaslu) Kota Serang. Vera Nurlaela Jaman dilaporkan karena telah memberikan doorprize saat kampanye tatap muka di Kelurahan Sukajaya dan Kelurahan Pancalaksana, Kecamatan Curug, Kota Serang pada 27 Maret 2018 dan di Kelurahan Pasuluhan, Kecamatan Walantaka, Kota Serang pada 3 April 2018.

Ketua Panwaslu Kota Serang, Rudi Hartono mengatakan, laporan tersebut masuk pada 10 April 2018. Pelapor membawa bukti berupa foto dan video. “Hari ini kami meminta klarifikasi dari paslon nomor satu Bu Vera (Nurlaela), karena ada laporan yang masuk ke kita bahwa pada saat kampanye membagikan bingkisan atau doorprize. (Laporan) dari paslon nomor dua,” katanya di Sekretariat Panwaslu Kota Serang, Kamis (12/4/2018).

Setelah meminta keterangan, pihaknya akan melakukan kajian untuk meneliti apakah laporan memenuhi unsur atau tidak. “Nah, jadi inikan hanya sebatas meminta keterangan, nanti dari keterangan itu kita lakukan kajian, apakah memenuhi unsur, apakah terbukti atau tidak, ini hanya meminta keterangan,” ucapnya.

Disinggung apakah pemberian doorprize pada tatap muka diperbolehkan, ia tidak membantah. Dengan catatan, kata dia, doorprize yang diberikan hanya berupa bahan kampanye yang sudah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). “Boleh, yang dibolehkan itu bahan kampanye, bahan kampanye itu ada kaus, mug, topi, kerudung, dan payung. Misalkan dia (paslon) membawa payung, dia kasih doorprize berupa payung, harusnya dibagikan saja tapi untuk menarik dia bikin doorprize,” tuturnya.

Saat dikonfirmasi, sekretaris tim pemenangan Samsul-Rohman, Alit Mahesa membenarkan pihaknya telah melaporkan Vera Nurlaela ke Panwaslu Kota Serang atas pemberian doorprize saat kampanye. “Kami berikan alat bukti berupa foto, dan kita juga sudah melakukan klarifikasi di hadapan panwas (Panwaslu Kota Serang),” katanya.

Menurut dia, kampanye merupakan kegiatan paslon untuk memperkenalkan diri serta menyampaikan visi misi. Di dalamnya dilarang ada aktivitas pemberian doorprize. “Itukan sesuai PKPU yah, itu proses kampanye tidak boleh memberikan doorprize, artinya jadi sepertinya disitu sudah sangat eksplisit tertuang jelas, artinya proses kampanye adalah proses penyampaian visi dan misi paslon,” ucapnya.

Menanggapi hal tersebut, calon Wali Kota Serang, Vera Nurlaela mengakui memberikan doorprize pada saat kegiatan kampanye. Namun ia ini menegaskan, bahwa doorprize yang diberikan hanya bahan kampanye yang sudah ditentukan KPU. Ia sengaja mengemas pemberian bahan kampanye dengan doorprize agar masyarakat tidak jenuh. “Apa yang saya berikan saat kampanye yang berupa doorprize itu sudah sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan KPU, barangnya, jenis barangnya,” tuturnya.

Anggota tim pemenangan Vera Nurlaela-Nurhasan, Ichwan Subhi mengatakan, pada saat pemberian doorprize sudah ada beberapa panwaslu yang bertanya kepada Vera Nurlaela tentang isi doorprize, Vera kemudian menunjukkan bahwa doorprize hanya berupa bahan kampanye. Pertanyaan (doorprize) juga terkait pilkada, yang bisa menjawab dikasih, untuk menghibur saja agar tidak ngantuk. (SN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here