Minggu, 22 Juli 2018

Samsat Kota Serang Targetkan Rp 100 M Pajak Kendaraan

SERANG, (KB).- Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Samsat Kota Serang, tahun ini menargetkan penerimaan pajak sebesar Rp 100 miliar. Sebelumnya, realisasi penerimaan pajak kendaraan pada 2017 sebesar Rp 90 miliar atau melampaui target sebesar Rp 84 miliar. “Dengan capaian yang maksimal pada 2017, kami meningkatkan target pendapatan pada 2018, yakni sebesar Rp 100 miliar. Insya Allah kami optimistis, target 2018 tercapai,” kata Kepala Samsat Kota Serang, Ahmad Syaukani ketika ditemui di ruang kerja, Kamis (11/1/2018).

Ia mengatakan, sumber pendapatan tersebut didominasi oleh kendaraan roda dua, sementara untuk kendaraan roda empat hanya beberapa persen saja. Di sepanjang 2017, Samsat mencatat terjadinya penurunan pada penunggak pajak. Hal tersebut dibuktikan dari jumlah penunggak yang menurun drastis dibandingkan tahun sebelumnya pada 2016. Pada 2017 tercatat hanya 2.500 kendaraan atau sekitar Rp 9 miliar.

Ia mengungkapkan, kesadaran masyarakat untuk membayar pajak sudah terbangun. Sebab, pendapatan Samsat semakin meningkat setiap tahunnya dan penunggak semakin menurun. Selain itu, sudah terjalinnya kerja sama yang baik antara Samsat dan Pemerintah Kota Serang menjadi modal penting dalam meningkatkan pendapatan. “Dilihat dari realisasi penerimaan pajak kendaraan bermotor, target kami sebesar Rp 84 miliar, realisasinya 90 miliar, jadi capaian kami melebihi target sebesar 10,70 persen,” ujarnya.

Dalam meningkatkan pendapatan, Samsat Serang melakukan pola jemput bola, yakni dengan menagih melalui administrasi atau surat pemberitahuan, door to door (mendatangi rumah pemilik) sekaligus melakukan pencatatan pada pemilik kendaraan, menyediakan mobil Samsat keliling yang mendatangi lokasi-lokasi warga yang meminta dilayani, dan bekerja sama dengan instansi kepolisian untuk menggelar razia.

Menurut dia, salah satu kendala dalam pembayaran pajak, yaitu kebiasaan masyarakat yang menjual atau membeli motor tidak mengurus balik nama di Samsat. “Kasus yang sering terjadi di lapangan, misalnya kendaraannya hilang, sudah dijual, tapi tidak lapor ke kami, sehingga pajaknya terus dihitung, sementara orangnya diam saja,” ucapnya.

Ia menjelaskan, Samsat menyerahkan sebesar 30 persen dari pencapaian yang diperolehnya untuk pendapatan asli daerah (PAD) Kota Serang. Menurut dia, dengan kerja sama yang sudah terjalin baik tentu hasil yang diperoleh semakin baik untuk Pemerintah Kota Serang. “Kalau Rp 100 miliar, Rp 30 miliar untuk pemkot, cukup signifikan, lumayan bisa buat infrastruktur, bisa buat sekolah, dan lain sebagainya” tuturnya. (Masykur/Job)***


Sekilas Info

Masih Banyak Rumah Tidak Layak Huni di Desa Tengkurak

SERANG, (KB).- Warga Desa Tengkurak, Kecamatan Tirtayasa masih banyak yang memiliki rumah tidak layak huni. Hal …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *