Sampah Masih Jadi Persoalan di Kota Tangsel

TANGERANG, (KB).- Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Airin Rachmi Diany mengakui, sampah menjadi persoalan yang belum mampu diselesaikan selama dua periode kepemimpinannya.

“Bagi saya, sampah yang belum selesai. Cita-cita saya, mimpi saya dulu adalah saya bisa mempersembahkan Piala Adipura,” ucap Airin, belum lama ini.

Namun ternyata, kata Airin, penilaian terhadap penghargaan bagi kota yang berhasil menjaga kebersihan itu, salah satunya dinilai dari efisiensi Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“TPA kita saya sadar betul, bahwa terbatasnya lahan dan jumlah penduduk banyak, tapi sampah tidak pernah berhenti,” ujarnya.

Selain itu, konsep yang telah dibangun olehnya sejak tahun 2009, yaitu sanitary landfill (metode pengelolaan sampah) dinilai tak memungkinkan untuk terus diterapkan di Tangsel. Namun, kata Airin, kini Pemkot Tangsel telah mendapatkan persetujuan Kementerian Keuangan dalam hal investasi untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSA) di Tangsel.

“Pra FS (pra studi kelayakan) sudah berjalan. FS (Studi kelayakan) juga sekarang sudah berjalan,” ucapnya.

Lebih lanjut Airin menuturkan, pada bulan Juni dan Juli 2020, targetnya pemenang lelang pembangunan PLTSA akan ditentukan.

“Insya Allah proses pembangunan fisiknya bisa selesai selama kurang lebih dua tahun. Jadi dua tahun berikutnya, sudah ada PLTSA yang sama dilakukan dengan Singapura dan negara lainnya,” tutur Airin.

“Pertanyaannya, sambil menunggu dua tahun lebih, ini sampah mau diapain?,” tanya Airin.

Airin menjelaskan, dalam menunggu pembangunan PLTSA, pihaknya telah bekerja sama dengan Kampung Nambo, Provinsi Jawa Barat dalam hal pembuangan sampah.

”Terus kenapa kita enggak ke Banten? Kita sangat mau, tapi ternyata perdanya terkunci di Kota Tangerang, bahwa tidak boleh menerima sampah di luar Kota Tangerang. Di Kabupaten Tangerang juga kita sudah koordinasi berkali-kali, tapi ternyata teman-teman di daerah lain permasalahannya juga sama. Makanya kenapa saya sampai bela-belain ke Provinsi Jawa Barat di Kampung Nambo,” tuturnya.

Menurutnya, memang persoalan sampah merupakan masalah yang harus diselesaikan.

“Saya berharap mimpi saya Tangsel punya Piala Adipura mungkin tercapai pada wali kota berikutnya. Yang penting ada sejarah, bahwa saya mampu dan bisa membuat pondasi ini,” ucapnya. (DA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here