Sampah Jadi ”PR” Bersama

SAMPAH menjadi masalah di Kota Cilegon. Betapa tidak? Bukan saja sampah yang berceceran di sungai dan di darat, akan tetapi sudah merambah ke laut. Di seluruh pesisir Kota Cilegon, sampah menjadi pemandangan yang sering kita saksikan. Bukan saja sampah organik, akan tetapi nonorganik yang cukup banyak menyebar.

Salah satu pesisir yang sering dipenuhi sampah adalah Pantai Bonang Merak Kelurahan Mekarsari Kecamatan Pulomerak yang dipadati oleh sampah kayu, bambu dan lainnya. Salah seorang pengunjung pantai tersebut, Irwan (38) warga Jombang Cilegon mengeluhkan pantai yang kotor. “Saat saya masih kecil, bahkan sampai tingkat SLTA, pantai ini menjadi tempat favorit saya dan senang sekali bermain di sini, berjam-jam bareng teman-teman karena bersih. Akan tetapi, saat ini saya melihat sampah banyak banget. Artinya, tidak ada kepedulian,” katanya kepada Kabar Banten, Ahad (17/12/2017).

Menurut dia, kalau semua dirawat dan peduli terhadap lingkungan, maka semua akan awet. Bahkan saat ini masyarakat terkesan cuek dan antipati terhadap laut. Mereka yang membangun bagan, bamboo dan lainnya dibiarkan berserakan. “Susah untuk membangun kesadaran kalau kondisinya seperti ini, butuh proses woro-woro tiada henti. Sejumlah aktivis, LSM yang peduli terhadap lingkungan bahu membahu bersama pemerintah untuk menggerakkan peduli lingkungan,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Komunitas Pecinta Lingkungan (KPL) Ibrohim Aswadi mengatakan kekecewaannya terhadap sampah-sampah yang berserakan di jalan. “Kalau melihat foto ini, sudah menjadi darurat sampah laut di Cilegon. Apalagi selain sampah, saya yakin ada yang membuang limbah cair ke laut. Lantas bagaimana cara memeliharanya,saya kira semua elemen ikut terlibat guna membersihkan sampah dari pesisir ini,” ucapnya.

Selama ini, tutur pria yang akrab dipanggil Bobi ini, sampah biasanya hanya di daratan saja. Akan tetapi, saat ini memang sudah ke laut. Bahkan tidak menutup kemungkinan, 5 tahun lagi laut di pesisir Cilegon akan dipenuhi sampah. “Pokoknya bagaimana caranya, sampah-sampah ini diangkut dan bukan urusan pemerintah saja, akan tetapi seluruh elemen masyarakat bahu-membahu membersihkan sampah,” tuturnya.

Terpisah, Plt Wali Kota Cilegon Edi Ariadi akan melakukan komunikasi dengan pihak terkait untuk melakukan aksi nyata. Karena, walau bagaimanapun sampah itu adalah pekerjaan rumah (PR) bersama.”Saya nggak mau acaranya seremonial. Saya inginnya aksi nyata dan terus menerus. Jangan sampai acara seremonial cuma sehari, akan tetapi tidak ada tindak lanjut. Nanti saya komunikasikan dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, camat serta lurah untuk membuat aksi nyata,” katanya.

Selain di laut, pihaknya juga melihat banyak sekali sampah yang berserakan dan minim pengangkutan untuk dibawa ke Tempar pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Bagendung. “Iya, masih ada laporan dan pemberitaan di media banyak sampah yang berserakan di pinggir jalan. Nggak pantaslah kalau sampah itu dibiarkan di jalan. Nanti malah mendatangkan penyakit, apalagi wilayah yang dekat dengan industri dan perbatasan, banyak itu. Nanti digiatkan kembali gotong royong dan program-program mengenai kebersihan,” ucap Edi. (Himawan Sutanto)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here