Sampah Dibuang Ditepi Jalan Nasional

SERANG, (KB).- Pemerintah Kecamatan Cikande menerima laporan dugaan adanya perusahaan yang membuang sampah sembarangan di tepi ruas jalan Nasional Serang-Jakarta tepatnya di Kampung Tanjakan, Desa Leuwi limus, Sabtu (30/11/2019). Sampah tersebut dibuang dengan menggunakan kontainer.

Camat Cikande Mochamad Agus mengatakan, saat ini pihaknya masih mencari tahu pelaku yang membuang sampah menggunakan mobil Kontainer itu. Sebab sampai saat ini belum ada yang mengetahui nama perusahaannya. “Gak jelas PT nya, gak tau dari mana asalnya, kita yang repot akhirnya,” ujarnya, Ahad (1/12/2019).

Agus menuturkan, kejadian ini baru pertama kalinya terjadi. Namun demikian pihaknya akan terus memberikan imbauan terhadap perushaan yang ada di Kecamatan Cikande untuk tidak membuang sampah dipinggir jalan. “Setahu saya perusahaan (pengelolaan sampahnya) mandiri, ada juga yang dipihak ketigakan,” katanya.

Ketua KNPI Kecamatan Cikande Ahyarudin mengaku mengutuk keras terhadap oknum perusahaan atau warga yang membuang sampah dengan sengaja di pinggir jalan Cikande. “Sangat di sayangkan oknum perusahaan atau siapapun itu yang membuang sampah dari dalam mobil kontainer di pinggir jalan sangat merugikan warga Cikande,” ujarnya.

Menurut dia, selain kotor dan kumuh sampah tersebut mengganggu kesehatan masyarakat. Dirinya berharap siapapun oknum tersebut agar segera diusut tuntas oleh pihak terkait. “Tangkap dan proses sesuai aturan,” ucapnya.

Sementara, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Serang Sri Budi Prihasto sebelumnya mengatakan, biasanya perusahaan dalam mengelola sampah dikerjasamakan dengan cara dipihak ketigakan.

Namun karena ada yang nakal sehingga tidak dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA). “Mereka didalam dokumen itu dikerjasamakan dengan pihak ketiga, nah pihak ketiga ini harusnya kan buang (Sampah) ke TPA,” ujarnya.

Namun demikian, kata Budi pihaknya selama ini belum pernah menerima laporan secara khusus adanya perusahaan yang membuang sampah bukan ke TPA. “Pernah mendengar informasinya, tapi itu wewenangannya ada di kecamatan,” ucapnya.

Sampah Liar

Sementara, Sepanjang 2019 Unit Pelaksana Teknis (UPT) Persampahan DLH Kabupaten Serang mencatat volume sampah liar tertinggi berada di Kecamatan Kramatwatu. Hampir setiap hari sampah liar menumpuk sekitar 30 ton diwilayah tersebut.

Kepala UPT Persampahan DLH Kabupaten Serang Iis Ismayanti mengatakan, selama 2019 pihaknya kewalahan dalam menangani sampah liar yang ada di Kabupaten Serang.

“Paling banyak itu sampah liar ada di Kecamatan Kramatwatu. Kalau sudah diangkut, pasti keesokan harinya menjadi lebih banyak tumpukannya. Hampir 30 ton.” kata Iis kepada Kabar Banten, Ahad (1/12/2019).

Menurutnya,sejauh ini di wilayah tersebut masih minim Tempat Pembuangan Sampah (TPS). Sehingga warga membuang sembarangan. “Disana TPS nya masih minim,” ujarnya.

Iis mengatakan, DLH Kabupaten Serang juga sempat merencanakan untuk membuat TPS di beberapa titik di Kramatwatu. Tetapi mayoritas warganya tidak ada yang mau menyediakan lahan untuk pembangunannya.

Sementara untuk membangun TPS, perlu persetujuan warga sekitar dan lokasi yang ditentukan oleh warga sekitar. “Mau bangun TPSnya juga kami bingung, karena tidak ada warga yang mau menyiapkan lahannya untuk membangun TPS,” katanya.

Meski demikian, upaya untuk menangani sampah liar di seluruh kecamatan terus dilakukan. Salah satunya dengan membangun TPS, dengan cara melakukan sosilaisasi terlebih dahulu dengan warga maupun pihak kecamatan.

Hal tersebut bertujuan agar masyarakat juga dapat memahami adanya TPS dan prosedur dalam membangun TPS. “Tahun depan kami rencanakan untuk membangun TPS. Kalau ada TPS warga juga tidak bingung dalam membuang sampah,” ujarnya. (DN/TM)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here