Sampah di Serang Timur Dibuang ke Lebak, Pencarian Korban TPAS Cilowong Dilanjutkan

SERANG, (KB).- Pemerintah Kabupaten Lebak menyetujui dan mengizinkan sampah dari wilayah Serang Timur dibuang ke wilayahnya selama 5 hari ke depan terhitung sejak Selasa (8/1/2019). Hal itu dilakukan karena Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Cilowong masih belum beroperasi akibat longsor.

Kepala Bidang Pertamanan dan Persampahan pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Serang, Toto Mujiyanto mengatakan, saat ini sampah yang ada di wilayah Serang Timur sudah bisa diangkut dan dibuang ke TPSA Dengung di Kabupaten Lebak atas kerja sama antardaerah.

“Saat ini pihak Pemkot Serang sedang melakukan rapat dengan pihak desa. Mudah-mudahan beberapa hari ke depan, bisa normal lagi. Alhamdulillah juga untuk lima hari ke depan sampah kita (Kabupaten Serang) wilayah Serang Timur bisa dibuang ke TPSA Dengung, Lebak. Untuk wilayah lainnya, kalau dibuang ke Lebak kejauhan dan belum ada tempat,” ujarnya kepada wartawan.

Toto mengatakan, untuk volume sampah yang dibuang kemarin sebanyak 8 armada atau sekitar 48 kubik. Sedangkan untuk biaya semuanya, sudah ditentukan retribusinya melalui MoU yang sudah disepakati antara kedua pihak. “Ada MoU nya, kalau berapa biaya yang harus dikeluarkan itu nanti di akhir karena saat ini belum ketahuan,” katanya.

Untuk menangani masalah sampah ke depan, saat ini pihaknya juga sedang mencari lahan untuk dijadikan tempat pembuangan stasiun peralihan sampah. Rencananya, stasiun peralihan itu akan dibuat di empat zona yakni wilayah Serang Timur, Barat, Utara dan Selatan. “Kalau empat zona itu Timur di Kecamatan Kragilan, Barat di Kecamatan Waringinkurung, Utara di Kecamatan Tanara dan Selatan itu di Kecamatan Petir,” ucapnya.

Sementara, Camat Cikande Mochamad Agus mengatakan, untuk saat ini sampah yang menumpuk di daerahnya sudah dibuang ke TPSA Rangkasbitung. “Aman sudah dibuang ke Rangkas. Sampai seminggu ke depan,” tuturnya.

Agus mengatakan, pengangkutan sampah ini sementara diutamakan untuk jalur protokol yang menjadi titik pembuangan sampah ilegal dan penampungan sampah yang ada di pasar. Sejak adanya longsor di TPAS Cilowong, pelayanan sampah di wilayahnya memang terhenti. “Kurang lebih 3 sampai 4 hari enggak keangkut. Kalau sekarang yang dibuang ke Rangkas baru untuk Serang Timur saja,” katanya.

Pencarian korban berlanjut

Sementara itu, pencarian korban longsor Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) di Cilowong dilanjutkan tiga hari ke depan, dari batas waktu yang telah ditentukan hingga Selasa (8/1/2019) kemarin.

“Kalau saya memohon kepada tim SAR memperpanjang waktu tiga hari lagi untuk pencarian korban. Senin (8/1/2019) pukul 16.00 WIB, diadakan musyawarah antara BPBD Kota Serang, Basarnas, TNI, Kapolsek, Danramil, DLH, PUPR, PMI dan seluruh pihak terkait yang tergabung dalam tim pencarian, serta keluarga korban,” ujar Wali Kota Serang Syafrudin.

Dia berharap ada titik temu dari hasil musyawarah ini. Namun setelah diperpanjang korban belum diketemukan. Wali kota meminta kebijaksanaan dari tim SAR untuk diperpanjang kembali sampai korban diketemukan.

Menurut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang, Suherman mengatakan, hasil musyawarah tersebut memutuskan pencarian korban di perpanjang hingga tiga hari atau terhitung mulai Rabu sampai dengan Jumat (9-11/1/2019).

Apabila masih belum diketemukan hingga hari yang ditentukan, pihaknya beserta tim pencarian akan kembali melakukan evaluasi. “Kalau masih belum ditemukan hingga tiga hari ini, kami akan evaluasi kembali, apakah dilanjutkan atau dihentikan,” ujarnya.

Berdasarkan Standar Operational Prosedur (SOP), kata dia, akan ada tingkat lanjutan pencarian. “Perpanjangan tahap pertama tiga hari, jika masih belum diketemukan akan ada tahap kedua, dengan perpanjangan tiga hari, dan terakhir tahap keempat itu empat hari,” katanya.

Hasil musyawarah juga menyebutkan, pembuangan sampah tiga hari ke depan sudah diperbolehkan di shelter C dan shelter D. “Seiring dilaksanakannya pencarian korban longsor, pembuangan sampah diperbolehkan dibuang ke TPAS. Namun pembuangannya di shelter C dan D,” ujarnya.

Sebab, shelter A dan shelter B merupakan lokasi pencarian korban. “Shelter A dan B itu di bawah, sedang dalam proses pencarian korban. Jadi, tempat pembuangannya tidak di tempat pencarian korban,” ucapnya. (DN/Rizki Putri)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here