Jumat, 22 Februari 2019

Sampah Bisa Jadi Bom Waktu

SERANG, KB).- Akademisi Untirta yang juga pengurus ICMI Banten Boyke Pribadi mengatakan sampah akan menjadi bom waktu perusak lingkungan jika tidak dikelola secara baik. “Saya sudah bilang di Kota Serang itu, ada tiga hal yang akan menjadi bom waktu, yakni persoalan sampah, air dan kemacetan,” kata Boyke saat diskusi terbatas “Obrolan Mang Fajar” dengan tema “Menata Kembali Pengelolaan Sampah di Kota Serang”, Selasa (22/1/2019).

Menurut Boyke, Kota Serang saat ini memang memiliki TPSA Cilowong. Setelah Cilowong longsor, sekarang sulit untuk membuang sampah. “Persoalannya di Serang ini, pembuangan sampah ada. Tapi setelah di buang diapain. Nah sekarang yang menumpuk itu, dalamnya jurang. Jangan-jangan 50 tahun kedepan itu adalah tempat sampah dibangun rumah atau vila. Sekaran harus dipikirkan, sampai kapan kita buang sampah di Cilowong,” katanya.

Boyke mengatakan di Malaysia, yang mengelola sampah. SDM-nya orang-orang ahli. Selain itu ada kesadaran masyarkat disana untuk memilah sampah organik dan non organik. Nah bagaimana agar air yang keluar dari sampah itu, jadi bersih,” tuturnya.

Menurut Boyke pengelolaan sampah itu bersifat komplek sehingga perlu ditangani tenaga profesional,” katanya.
Selain itu, ujar dia, bagaimana memebuat kebiasan masyarkat tidak membuang sembarangan bukan hal mudah. Ia sepakat mengatasi sampah bukan mengandalkan teknologi tetapi budaya juga. Ia mencontohkan di Korea, sungai disana kondisinya bersih.

Ia mengatakan salah satu kuncinya karena di Korea ada ada ketegasan dalam penindakan hukum terhadap masyarakat yang buang sampah sembarangan, yakni kena denda. “Nah dari masyarakat terpaksa, jadi bisa buang sampah tidak sembarangan. Setelah bisa, jadi terbiasa. Setelah terbiasa, jadi budaya,” kata Boyke.

Pemerhati lingkungan Eman Sukirman mengatakan isu pengelolaan sampah merupakan hal yang srategis. Hanya saa, ujar dia, pemda belum bisa mewujudkan keinganan dalam pengelolaan sampah.

“Kita tidak bisa berdiri sendiri, aspek budaya, aspek hukum, aspek pendanaan. Tapi banyak yang ditekankan, itu adalah pemerintah. Peran hukum sangat penting, ini infrastrtur pemerinth yang bisa menciptakan budaya. Permasalahanya, bagaimana kesiapan pemerintah, masyarakat, LSM dan media,” ujarnya.

Ia mendorong Pemkto Serang untuk segera menetapkan kebijakan menjadikan Kota Serang sebagai green sister city. “Segera saja ditetapkan, daripada sudah banyak investor dating tetapi tidak jadi-jadi,” ucapnya. (SY)*


Sekilas Info

IPM Kota Serang Ditarget Naik 0,10 Persen Setiap Tahun

SERANG, (KB).- Indeks pembangunan manusia (IPM) Kota Serang ditargetkan terus mengalami kenaikan 0,10 persen setiap …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *