Sambut Obor Asian Games 2018, Banten Siapkan 20 Atlet Berprestasi

SERANG, (KB).- Provinsi Banten telah menyiapkan 20 atlet berprestasi, yang nantinya ditugaskan untuk membawa api obor Asian Games saat melintasi Provinsi Banten. Rencananya, api obor Asian Games tersebut akan melintasi Banten pada 9-10 Agustus mendatang. Ketua Komite Olah Raga Nasional Indonesia (KONI) Banten Rumiah Kartoredjo mengatakan, pihaknya telah menyiapkan 20 atlet berprestasi Banten, yang akan ditugaskan untuk membawa api obor saat melintasi Banten.

“Kami diminta 20 atlet berprestasi oleh INASGOC yang nanti ditugaskan untuk membawa api obor Asian Games. Kami akan menunjuk 20 atlet yang tergabung dalam PJP (Pelatda Jangka Panjang). Alasannya, kami tidak diperbolehkan menunjuk atlet yang ikut serta di Asian Games, karena mereka kan saat ini sedang di Pelatnas,” ucapnya kepada Kabar Banten.

Ia menambahkan, 20 atlet berprestasi Banten tersebut akan berkumpul pada 8 Agustus mendatang, untuk kemudian mengikuti gladi bersih yang ditetapkan oleh INASGOC selaku panitia Asian Games. “Nanti prosesinya seperti apa, gladi bersih seperti apa semua itu ada di INASGOC. Kami hanya menyiapkan atlet saja yang untuk membawa obor,” ucapnya. Perlu diketahui, Banten akan terlintasi api obor Asian Games setelah menerima dari Provinsi Lampung. Api obor akan terlebih dahulu tiba di Pelabuhan Merak, untuk kemudian ke Kota Serang.

Sementara itu, Dinas Pemuda dan Olah raga (Dispora) Provinsi Banten mengaku kurang persiapan dalam menyambut api obor Asian Games pada 9 Agustus 2018. Sebab, Dispora Banten baru diberi tahu panitia Asian Games (INASGOC) dua bulan yang lalu. Meski mendapat informasi pada waktu yang mepet, sejumlah instansi terkait yang terlibat akan berupaya memberikan sambutan yang meriah.

“Kita akan memaksimalkan kondisi yang ada untuk memeriahkan pawai obor tersebut. Mengingat informasi obor itu melewati Banten baru dua bulan kemarin. Jadi otomatis kesiapan kita kalah dengan daerah lain,” ujar Kadispora Banten Deden Apriandhi Hartawan, Senin (23/7/2018).

Ia mengatakan, meski kurang persiapan, sejumlah kegiatan telah direncanakan. Seperti pawai yang melibatkan banyak peserta mulai dari pelajar, tim kesenian, ormas kepemudaan, Paskibra, marching band, tari-tarian penyambutan obor dan pesta rakyat. “Kita sudah koordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk melibatkan anak-anak SD dan SMP untuk ikut memeriahkan dengan penyambutan di pinggir jalan,” kata Deden.

Ia menuturkan, obor Asian Games tiba di Pelabuhan Merak dan disambut oleh pejabat Dispora Cilegon dan Dispora Banten. Obor Asian tersebut kemudian dibawa ke Rumah Dinas Wali Kota Cilegon dan disambut oleh Plt Wali Kota Cilegon Edi Ariadi. “Dari situ dilepas Pak Wali Kota menuju Kabupaten Serang. Kemudian dibawa di perbatasan Serang-Cilegon, disambut Bupati Serang kemudian berjalan menuju Tasikardi menggunakan kendaraan dan disambut oleh Pak Wakil Bupati (Panji Tirtayasa),” ucap Deden.

Dari Tasikardi, obor Asian Games dibawa ke Banten Lama menuju Lopang menuju pintu tol Serang Timur. Kemudian dibawa ke Stadion Maulana Yusuf, Kota Serang dan dilanjutkan dengan pawai jalan kaki menuju Museum Banten. Di lokasi tersebut, dijadwalkan sudah ada Gubernur Banten Wahidin Halim, Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy dan unsur Forkominda. “Di museum itu jam lima sore (tiba) kita simbolis saja tapi malamnya ada pesta rakyat. Kita adakan panggung hiburan,” ucap Deden.

Selama arak-arakan obor Asian Games, INASGOC telah menunjuk artis ibu kota dan mantan atlet untuk mendampingi. Diharapkan, masyarakat Banten ikut memeriahkan pawai obor Asian Games tersebut dengan menonton langsung.
“Ada artis dari INASGOC, saya lupa untuk Banten dutanya siapa, tapi kalau atletnya Susi Susanti kalau tidak salah. Harapan saya, penyambutan obor Asian Games meriah meski persiapan kita pendek,” tutur Deden. (YA/FI)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here