Kamis, 21 Februari 2019

Sambungan Pelanggan PDAM Tirta Albantani Diputus

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Albantani memutus sekitar 4.000 sambungan rumah tangga sejak akhir Januari 2019. Hal itu dilakukan karena sambungan rumah tangga tersebut masih menunggak pembayaran sekitar 2-3 tahun.

Direktur PDAM Tirta Albantani Wahyu Prihantono mengatakan, ada kebiasaan masyarakat yang harus dirubah. Sebagaimana yang dulu pernah dilakukan PLN. Dimana terdapat sekitar 70 persen pelanggan PDAM yang punya karakter tidak bayar jika tidak ditagih.

“Ternyata begitu dilihat di data base banyak yang berhutang sampai tiga tahun nah ini kan harus dikasih atau dilatih bahwa air bayar,” ujarnya kepada Kabar Banten, belum lama ini.

Oleh karena itu, kata Wahyu, pada Januari 2019 dilakukan pemutusan besar-besaran bagi pelanggan yang belum memenuhi kewajibannya.

“Ini harus dilakukan, kalau tidak maka uangnya enggak masuk produksi enggak jalan dan beli air juga mesti ada subsidi maka bisa runtuh (perusahaan),” tuturnya.

Untuk total jumlah sambungan yang menunggak, ia mengatakan, setiap Unit Pengelola Air Minum (UPAM) berbeda-beda jumlahnya. Totalnya ada 12 UPAM dengan jumlah per 250-500 sambungan rumah tangga per UPAM.

Menurutnya, jika satu UPAM ada sekitar 300 sambungan yang tidak bayar, maka dikalikan 12 UPAM totalnya sekitar 4.000 sambungan yang disisir. Jumlah tersebut yang dipaksa harus membayar karena selama ini sudah terlampau enak tidak membayar.

“Dia punya hutang 2-3 tahun, tapi yang kita ambil cuma dua bulan saja. Bukan semuanya, pasti enggak kuat. Kita biarkan itu, jadi enggak semuanya. Minimal bayar dua rekening nanti bulan berikutnya dia bayar dua rekening lagi sampai nanti habis hutangnya,” tuturnya.

Sampai saat ini kata dia, sekitar 30 persen dari jumlah yang ada sudah mulai diputus. Pemutusan itu dilakukan sementara hingga dia mau membayar.

“Mudah-mudahan tanggal muda bayar. Kan putusnya sementara cuma disegel saja, kalau dia mau langganan pasang lagi,” ucapnya.

Wahyu mengungkapkan, pihaknya juga sudah mendatangi ke masing-masing rumah pelanggan. Hasilnya ada sebagian yang mau membayar dan ada juga yang tidak.

“Ada yang sebagian janji mau bayar, nah ini kan positif, jadi ternyata dia enggak sadar kalau air beli dan bayar. Tapi ada juga orang yang emosi,” katanya. (Dindin Hasanudin)*


Sekilas Info

Renstra Harus Sesuai Arah Pembangunan Kota Serang

SERANG, (KB).- Rencana strategis (Renstra) 2019-2023 dan rencana kerja (Renja) organisasi perangkat daerah (OPD) 2020 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *