Senin, 18 Februari 2019

Sambangi Pemkab Serang, Wali Kota Jambi Mengaku Rindu Makanan Serang

SERANG, (KB).- Wali Kota Jambi Syarif Fasha mengaku rindu makanan khas Serang yakni sate Bandeng. Bahkan disela kunjungannya memberikan bantuan untuk korban tsunami Selat Sunda, Syarif Fasha sampai melahap empat potong sate bandeng yang dihidangkan Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah.

Wali Kota Jambi Syarif Fasha mengatakan, sudah 14 tahun ia tidak mencicipi makanan khas Serang. Karena itu ketika disuguhkan sate Bandeng dirinya langsung melahap habis empat potong. “Saya sudah 14 tahun tidak mencicipi makanan Serang ini (Sate Bandeng),” ujarnya dalam sambutan di pendopo Bupati Serang.

Pada kesempatan itu, Fasha mengaku prihatin dengan bencana yang terjadi di Serang. Sebagai sesama rekan kepala daerah, dirinya pun ikut prihatin dan merasakan duka. “Kami beserta rombongan tidak hanya di Kabupaten Serang tapi ke Lampung Selatan, tapi yang kesana wakil walikota. Kalau saya kesini karena ada ikatan emosional saya dan Bu Tatu sudah seperti saudara,” katanya.

Baca Juga: Kota Jambi dan Tangsel Salurkan Bantuan untuk Korban Tsunami Selat Sunda

Ia menjelaskan, ikatan emosional itu terbentuk karena ia dan Tatu sama-sama pengusaha pada periode 2003-2004. “Jadi kalau misalkan style ibu Tatu ingin cepat semua tuntas itulah style pengusaha, itu terbawa sampai saat ini,” ucapnya.

Pada kesempatan itu Fasha mengantarkan bantuan berupa logistik mulai dari Indomie, susu, biskuit hingga kopi khas Jambi. Total bantuan yang diberikan senilai Rp 235 juta. “Bantuan ini adalah bentuk barang karena hasil komunikasi dengan pejabat setempat bahwasannya masyarakat terdampak membutuhkan makanan,” tuturnya.

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah yang menerima langsung bantuan tersebut mengaku berterimakasih. “Buat kami jajaran pemda dan masyarakat kembali menerima nikmat yang diberikan oleh pak Fasha dan bu Airin. Jangankan materi ucapan motivasi juga sangat berarti,” ujarnya.

Tatu mengatakan, tsunami itu diluar dugaannya. Walau sebetulnya ia menyadari jika selat Sunda adalah daerah berpotensi tsunami .

“Tapi saat itu kami tidak siap, walaupun sudah dilatih oleh BPBD, kami tetap shock. Alhamdulillah kami semua solid untuk turun ke lapangan, di kami lebih ringan dibanding Pandeglang. Kita hanya dua kecamatan Anyer dan Cinangka, kalau Anyer tidak ada korban bahkan hotel disana masih kondisi tidak rusak. Tapi di Sangiang ada korban jiwa dan luka, sebagian besar korban di Cinangka kebanyakan tamu hotel,” katanya.

Tatu mengatakan, ia dan Wali Kota Jambi Syarif Fasha memang sudah sangat dekat dan seperti adik kakak. “Saya dengan pak Fasha sudah seperti adik kakak, latar belakang yang sama. Kemarin sempat hilang nomor pak Fasha. Begitu mau kesini saya langsung cari,” ucapnya. (Dindin Hasanudin/KB)*


Sekilas Info

Jelang Pemilu 2019, Santri dan Ulama Banten Doa Bersama untuk Keselamatan Negeri

SERANG, (KB).- Ribuan santri dan ulama yang berhimpun dalam forum silaturahmi Ahli Sunah Waljamaah (Aswaja) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *