Salah Kirim Surat ke KASN, Arief Instruksikan BKPSDM Segera Revisi

TANGERANG, (KB).- Jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangerang yang disandang Dadi Budaeri habis masa jabatannya terhitung 19 Juni 2019 kemarin. Namun, Selasa (25/6/2019), Dadi masih masuk kerja. Dari pantuan Kabar Banten, Dadi masih melakukan aktivitas di Pemkot Tangerang. Ia masih terlihat di ruangan yang menjadi tempat aktivitasnya selama 5 tahun sebagai sekda.

Terkait hal tersebut, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Tangerang pun telah mengajukan uji kompetensi kembali ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Namun sayangnya surat ke KASN itu telah dikembalikan lagi karena ada kesalahan.

“Karena ada kesalahan jadi dikembalikan. Saya sudah berkoordinasi dengan pak Lutfi (Kepala BKPSDM) agar surat tersebut direvisi, dan nanti langsung saya tandatangani,” tegas Wali Kota Tangerang Arief R Wismanyah, Selasa (25/6/2019).

Arief menegaskan, untuk membentuk pansel prosesnya cukup panjang, jika diizinkan maka BKPSDM langsung membentuk pansel. “Pansel ini yang nantinya akan melakukan uji kompetensi. Untuk saat ini semuanya harus izin ke KASN, bisa dibayangkan prosesnya begitu lama yang mengakibatkan bangku pejabat menjadi kosong,” tuturnya.

Sementara itu Kepala BKPSDM Akhmad Lutfi mengatakan, surat yang dikembalikan lagi oleh KASN itu isinya, meminta KASN untuk uji kompetensi ulang kepada Dadi Budaeri selaku Sekda Kota Tangerang yang sudah habis masa jabatannya karena sudah 5 tahun menjabat sejak 2014 lalu.

Surat tersebut intinya, untuk memperpanjang masa jabatan sekda. “Secara administrasi, kami sudah lakukan yakni mengirim surat ke KASN utuk dilakukan uji komptensi ulang kepada Pak Dadi sebagai sekda. Karena untuk uji kompetensi ulang harus seizin dari KASN. Jika sudah ada izin dan arahan dari KASN baru bisa dilakukan uji kompetensi ulang,” ungkapnya.

Lutfi menambahkan, untuk memperpanjang masa jabatan sekda hanya dilakukan uji komptensi saja. Itupun kalau Dadi ingin melanjutkan sebagai sekda. Tetapi, jika memang tidak mau, maka harus ada pergantian. Untuk mengisi jabatan sekda, perlu ada pembentukan panitia seleksi (Pansel).

Ketika ditanya apakah akan dilakukan lelang jabatan, Lutfi menuturkan bahwa pihaknya tidak bisa memutuskan, apakah ini diganti atau dilanjutkan. “Jika memang Pak Dadi ingin lanjut maka hanya mengikuti uji kompetensi ulang saja. Tetapi jika tidak, harus ada pansel untuk mencari pengganti Pak Dadi dan tidak bisa begitu saja. Nanti juga harus ada pelaksana tugas selama belum ada sekda devinitif,” paparnya.

Lebih lanjut, Luthfi menjelaskan kalau jabatan sekda itu bukanya habis. Melainkan harus dilakukan uji komptensi ulang. “Tolong digaris bawahi, jabatan sekda bukannya habis. Tetapi harus dilakukan uji komptensi ulang. Karena memang jika memang dia sudah lima tahun menjabat bisa kembali menjabat dengan satu syarat harus ikut uji kompetensi lagi. Karena itu sudah menjadi aturan yang ditetapkan KASN,” klaimnya.

Akan tetapi pada PP No.11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil pasal 133, dengan tegas disebutkan, dalam ayat (1) Jabatan Pimpinan Tinggi (sekda) hanya dapat diduduki paling lama 5 (lima) tahun. Pasal (2) JPT sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat diperpanjang berdasarkan pencapaian kinerja, kesesuaian kompetensi, dan berdasarkan kebutuhan instansi setelah mendapat persetujuan Pejabat Pembina Kepegawaian (walikota) dan berkoordinasi dengan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

Sementara itu, Dadi nampak masih bekerja sesuai dengan putusan yang disampaikan BKPSDM. “Saya bekerja berdasarkan putusan yang disampaikan teman-teman BKPSDM. Jadi kemarin BKPSDM udah konsultasi dengan KASN, dan saya hanya mengikuti putusan BKPSDM sementara menunggu KASN,” kilah pria berkacamata ini. (DA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here