Sabtu, 15 Desember 2018

SAIK 2018, Moeldoko: 142 Juta Pengguna Internet Rentan Termakan Isu SARA

TANGERANG, (KB).- Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI (Purn) Moeldoko dan Menteri Pariwisata, Arief Yahya membuka acara Sinergi Aksi Informasi dan Komunikasi (SAIK) 2018 tingkat Nasional mulai Ahad hingga Selasa (2-4/12/2018) yang dibuka di Novotel Tangerang, Senin (3/12/2018).

Dalam paparannya, dia mengatakan, saat ini penyebaran informasi tidak hanya dilakukan untuk menuntaskan kewajiban. Namun, bagaimana agar informasi dapat sampai ke masyarakat dengan benar. “Memiliki sensitivitas mengenai perkembangan dunia komunikasi saat ini, jangan terjebak pola lama, cara lama yang tidak efektif efisien,” katanya.

Ia menuturkan, tugas dalam mempromosikan dan menyebarkan informasi menjadi lebih berat di era digital saat ini. Sebab, informasi yang beredar lebih sulit dibatasi, sehingga batas antara benar dan tidak benar menjadi samar. “Sebenarnya belum bisa membuat keseimbangan antara masifnya berita hoax, kami belum bisa mengimbangi, menurut data pengguna internet 142 juta orang Indonesia,” ujarnya.

Terlebih lagi, lanjut dia, pengguna internet lebih tertarik menyebarkan dua hal, yakni perihal politik dan SARA (suku, agama, ras, dan antargolongan). Padahal, keduanya merupakan isu yang rentan terkena hoax. “Media sosial sarana luar biasa di mana politik dan SARA menempati posisi atas. Saya sendiri sangat memahami, dari KSP menghadapi situasi terjepit, karena kami menghadapi sesuatu yang tiba-tiba dan sulit diprediksi,” ucapnya.

Humas belum maksimal tangkal hoax

Pada kesempatan tersebut, Moeldoko juga menganggap Badan Koordinasi Kehumasan (Bakohumas) pemerintahan baik itu di daerah dan kementerian belum berperan maksimal menangkal berita hoax di dunia maya. Ia meminta humas pemerintahan daerah, agar lebih gencar bergeriliya di dunia internet. “Sebenarnya belum bisa membuat keseimbangan antara masifnya berita hoax di internet. Kami belum bisa mengimbanginya,” tuturnya.

Makanya, dia meminta humas di tiap pemerintahan daerah, harus gerak cepat dalam mengaktifkan media sosialnya dan sarana informasi serta komunikasi lain dalam dunia maya. “Orang di mana pun sudah melek internet, terutama media sosial. Makanya, media sosial itu seperti sarana luar biasa berkembangnya isu-isu politik dan SARA, ini mendorong (politik san SARA) di posisi teratas,” katanya.

Lebih lanjut, ujar dia, humas di pemerintahan daerah maupun setingkat kementerian, wajib menyeimbangkan dan menetralisir info yang berkembang. Itulah, yang masih menjadi pekerjaan rumah masing-masing instansi dalam melakukan terobosan baru dalam menangkal hoax.

Sedangkan, Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika, Rosarita Niken Widiastuti menambahkan, bahwa pihaknya meminta masyarakat bijak dalam menerima informasi melalui media sosial, khususnya informasi yang belum jelas sumbernya. Informasi yang diterima harus diuji kebenarannya. “Provokasi, fitnah, berita yang tidak ada sumbernya tidak patut kami share (sebar),” ucapnya.

Ia sejak Ahad (2/12/2018) berada di lokasi perhelatan Sinergi Aksi Informasi dan Komunikasi (SAIK) di Kota Tangerang. Kegiatan SAIK dirancang menjadi wadah koordinasi antarlapisan pemerintah, mulai dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan Pemerintah Kabupaten/Kota, untuk bersinergi meningkatkan kualitas informasi publik.

Pagelaran SAIK 2018 dipusatkan di Lapangan Ahmad Yani, Kota Tangerang sejak Ahad (2/12/2018) sampai Selasa (4/12/2018). Salah satu panitia, Agil mengatakan, tujuan utama dari kegiatan tersebut, adalah untuk memberi pemahaman kepada masyarakat, untuk tidak ikut menyebarkan informasi bohong atau hoax yang menimbulkan kegaduhan.

Di Lapangan Ahmad Yani ada 31 stan yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut, seperti BMKG, Kementerian, dan Pemda seluruh Indonesia. Masyarakat sangat antusias mendatangi kegiatan tersebut, mulai dari kalangan anak-anak, pelajar sampai masyarakat umum. Di stan BMKG misalnya, pengunjung bisa menanyakan sumber informasi yang resmi terkait bencana alam atau gempa bumi.

Diketahui, untuk kegiatan tersebut, ratusan utusan Bakohumas pemerintahan daerah dan swasta serta kementerian menghadiri SAIK 2018. Mereka berdiskusi mengenai kemajuan ilmu digital, peran humas dalam kemajuan pariwisata, serta pengendalian pemberitaan khususnya di media sosial. (DA)*


Sekilas Info

Disdukcapil Kota Tangerang Musnahkan 19.311 KTP-El

TANGERANG, (KB).- Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tangerang memusnahkan 19.311 kartu tanda penduduk elektronik …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *