Safari Ramadan, Gubernur Banten Serahkan Bantuan Untuk Pesantren & 1000 Paket Sembako dari BJB

SERANG, (KB).- Gubernur Banten H. Wahidin Halim (WH) dan Wakil Gubernur Andika Hazrumy menyerahkan bantuan untuk 168 pondok pesantren di Kota Serang pada Safari Ramadan, Senin (4/6/2018). Pada kegiatan berlangsung di Pondok Pesantren Nurul Bantani Dalung, juga diserahkan 1000 paket sembako titipan dari Bank Jabar Banten (BJB) Cabang Serang.

Hadir pada acara tersebut, antara lain Ketua Forum Silaturrahim Pondok Pesantren (FSPP) KH. Matin Djawahir, Rektor Untirta Prof. Sholeh Hidayat, dan Walikota Serang Haerul Jaman, Wakil Walikota Sulhi Choir, dana Kepala Biro Kesra Pemprov Banten Irvan Santoso.

Walikota Serang Tubagus Haerul Jaman dalam sambutannya mengatakan, Kota Serang ingin mengikuti jejak Pemerintah Provinsi Banten dalam memberikan insentif untuk pimpinan pondok pesantren se-Kota Serang. Meski demikian, besarannya belum ditentukan.

Di penghujung jabatannya, Walikota Serang ingin memberi kenang-kenangan untuk pesantren dalam rangka membangun sumber daya manusia Banten, khususnya masyarakat Serang Madani yang berakhlakul karimah. Walikota kota juga menjanjikan pembangunan Masjid Agung Kota Serang di Alun alun Timur saat ulang tahun Kota Serang. “Insya Allah pada HUT Kota Serang akan dimulai pembangunan Masjid Agung Kota Serang. Lokasinya di Alun-alun Timur,” kata Jaman.

Sementara itu, Wahidin Halim dalam sambutannya mengatakan bahwa Gubernur dan Wakil Gubernur kompak dan selalu berusaha membantu kiai dan pesantren dalam mencerdaskan umat. “Umara harus dekat dekat dengan ulama. Umara mendekat kepada ulama dan umat, sehingga Allah turunkan keberkahan. Umara dan ulama harus bersatu, sehingga dapat memperkuat persatuan umat dan persatuan bangsa,” kata Wahidin.

Umat tidak boleh terbelah karena perbedaan pilihan politik dan perbedaan madzhab serta organisasi keagamaan.  “Tidak boleh terjadi konflik, sehingga umat tebelah dan menjadi lemah seperti kejadian di Irak, Afghanistan dan lain-lain yang porak-poranda,” kata Wahidin.

“Kita perlu menjaga Pancasila sebagai ideologi perekat bangsa. Banten ini memiliki segalanya, mulai dari kiai, ahi tafsir, ahli qiraat, ahli fikih, ahli falaq hingga ahli hikmah dan ahli pelet,” katanya. WH mengungkapkan, di Banten juga terdapat warisan budaya dan sejarah, termasuk kuliner, seperti bekakak, sate bandeng, rabeg, engka’ dan lain-lain. “Banten memiliki dana banyak. Karena itu Gubernur janji, tahun 2019 dana untuk pesantren ditambah dan ditingkatkan,” tegasnya, disambut tepuk tangan para kiai.

Gubernur juga menyampaikan bahwa Provinsi Banten menyediakan dana Rp 300 miliar untuk revitalisasi kawasan Banten Lama, khususnya Masjid Agung Banten Lama. Selain itu, dalam sambutannya, Gubernur juga menyatakan pesantren telah melahirkan pimpinan daerah, bahkan nasional. Oleh sebab itu, Pemerintah Provinsi Banten berusaha menghimpun dana CSR dari perusahaan-perusahaan untuk masjid, madrasah, dan majelis taklim yang menjadi binaan para kiai pondok pesantren.

Sementara itu, pengasuh Pondok Pesantren Nurul Bantani KH. Shodikin mengucapkan terimakasih karena pesantrennya dijadikan tempat untuk bertemunya para kiai se-Kota Serang. (KO)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here