Senin, 17 Desember 2018

Saat Mengajar Wudhu, Oknum Ustaz Diduga Cabuli 17 Santriwati

SERANG, (KB).- Oknum ustaz salah satu pondok pesantren (ponpses) di Kecamatan Kopo, Kabupaten Serang berinisial HH (45) diamankan petugas Polsek Kopo, Rabu (7/2/2018). Ia diamankan karena diduga melakukan tindak pidana pencabulan terhadap 17 santriwati, yang statusnya masih anak di bawah umur.

Saat ini, oknum ustaz tersebut masih menjalani pemeriksaan intensif di Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim Polres Serang, setelah diserahkan anggota Polsek Kopo. “Baru saja dilaporkan dugaan tindak pidana pencabulan oleh oknum ustaz kepada santriwatinya. Informasi sementara ada 17 (santriwati yang diduga dicabuli),” ujar Kapolres Serang AKBP Wibowo kepada Kabar Banten, Rabu (7/2/2018).

Dugaan pencabulan tersebut dilakukan oleh HH, Jumat (3/2/2018), sekitar pukul 14.00. Ketika itu, HH memanggil satu persatu santriwati ke salah satu ruangan pondok pesantren (ponpes), untuk menjelaskan hal yang membatalkan wudhu. Saat menjelaskan, HH malah meraba bagian sensitif santriwatinya satu persatu. Tidak hanya itu saja, ia juga memasukkan jari tangannya ke kelamin santriwati.

Setelah pelajaran selesai, perbuatan HH tersebut dilaporkan santriwatinya kepada orangtuanya. Informasi dugaan pencabulan tersebut kemudian sampai ke anggota Polsek Kopo. Mendapat informasi tersebut, Kapolsek Kopo beserta anggotanya dan perangkat desa setempat mendatangi ponpes HH. Setibanya di lokasi, HH langsung diamankan. Untuk menghindari emosi warga, petugas langsung membawa HH ke Mapolsek Kopo.

Pemeriksaan intensif

Oleh petugas Polsek Kopo, kasus dugaan pencabulan tersebut kemudian diserahkan kepada UPPA Satreskrim Polres Serang. “Saat ini masih dilakukan pemeriksaan intensif (terlapor HH). Saya perintahkan (kepada penyelidik) pastikan berapa jumlah pasti korbannya. Nanti fakta hukumnya akan disampaikan (hasil pemeriksaan kepada media),” kata Kapolres.

Ia menuturkan, penyelidik telah memintai keterangan 17 santriwati yang diduga dicabuli HH. Status HH masih sebagai terlapor, belum ditetapkan sebagai tersangka. Penyelidik hingga kini masih melakukan serangkaian penyelidikan, untuk membuktikan tuduhan terhadap HH. “Akan dilakukan visum (terhadap santriwati), saya belum dapat laporan resmi (dari anggota hasil pemeriksaan terkait hasil pemeriksaan),” tutur Kapolres. (FI)*** 


Sekilas Info

Masjid Agung di Alun-alun Barat Kota Serang, DMI: Benahi Sarana Ibadah yang Ada

SERANG, (KB).- Pemerintah Kota (Pemkot) Serang disarankan, agar membenahi dan mengembangkan sarana ibadah di Alun-alun Kota …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *