Rusak Akibat Banjir Bandang, Pembangunan Jembatan Ciberang dan Cinyiru Butuh 8 Bulan

Kondisi salah satu jembatan gantung yang terputus di Desa Lebak Gedong, Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak, Kamis (2/1/2020).*

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUR) Banten mulai melakukan pembangunan Jembatan Ciberang dan Cinyiru Kabupaten Lebak pada tahun ini. Pembangunan dua jembatan yang rusak akibat banjir bandang dan longsor yang melanda Kabupaten Lebak tersebut, diperkirakan membutuhkan waktu antara 6 sampai 8 bulan.

Kepala DPUR Banten M Tranggono mengatakan, berdasarkan koordinasi dengan pemerintah pusat dua jembatan itu akan langsung dibangun secara permanen. Pihaknya juga sudah mempersiapkan desain untuk acuan pembangunannya. “Dan memang sekarang kan sudah tahap rehabilitasi,” katanya.

Pemerintah pusat mewanti-wanti agar pemprov melakukan pembangunan jembatan secara hati-hati. Untuk itu, perencanaannya harus dilakukan secara baik dan matang.

“Kalau bangun pilar nggak bisa ditumpuk. Kalau ditumpuk, dipancang, kemungkinan (selesai) empat bulanan, dan itu jembatan darurat,” ujarnya.

Mengingat kondisi lokasi pembangunan yang tak memungkinan, kemungkinan besar perbaikan jembatan itu tak menggunakan tiang pancang.

“Kita lagi cari bentang (jalan) 30 meter ada nggak di hulu dan di hilir. Karena kan dari 60 meter lebarnya (sungai) bisa 70 sampai 80 meter. Yang jelas kita desainkan jangan ada tiang pancang,” katanya.

Baca Juga : 28 Jembatan di Kabupaten Lebak Rusak Akibat Banjir

Selain jembatan, pihaknya juga akan mencari alternatif lain guna jalan daurat jika sewaktu-waktu terjadi banjir serupa dikemudian hari.

“Alternatif lain kita juga bisa buat juga jalan darurat. Itu juga untuk antisipasi (banjir). Harapannya jangan ada lagi,” tuturnya.

Disinggung terkait kebutuhan anggaran untuk pembangunan dua jembatan itu, dia mengaku belum bisa memastikannya. Berdasarkan hasil hitungan sementara pembangunan jembatan setiap meter menghabiskan anggaran sampai Rp 200 juta.

Sekda Banten Al Muktabar mengaku, sudah diinstruksikan oleh Gubernur Banten Wahidin Halim untuk mencari desain pembangunan jembatan tersebut.

“Jembatan yang kewenangan provinsi ada dua (Jembatan Ciberang dan Cinyiru), yang satu itu pondasinya masih kuat, terus satu lagi kita sedang siapkan desain,” katanya.

Desain pembangunan Jembatan Ciberang dan Cinyiru sudah dirumuskan dan hampir final. Jembatan tersebut akan dibuat sebaik mungkin guna menjadi ikon ke depan.

“Kita akan siapkan desain untuk itu sejarah dan monumental,” ujarnya.

Pihaknya menargetkan penyelesaian pembangunan jembatan bisa selesai dengan cepat. Rencananya jembatan tersebut juga bisa menjadi pendukung wisata Negeri di Atas Awan yang berlokasi di Citorek.

“Bagian dari star arung jeram, mungkin nanti kita siapin jembatan yang bagus sekalian jembatan yang akan mendukung kawasan wisata,” ucapnya. (SN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here