Sabtu, 20 Oktober 2018

RUPSLB Setujui Pengunduran diri Ranta Soeharta, Susunan Dewan Komisaris Bank Banten Berubah

SERANG, (KB).- Pemegang saham Bank Banten telah menyetujui pengunduruan diri Ranta Soeharta dari jabatan komisaris Bank Banten, melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Hotel Ultima Horison Ratu Serang, Selasa (9/10/2018). Meski Pemprov Banten selaku pemegang saham mayoritas Bank Banten belum menunjuk pengganti Ranta Soeharta, namun terjadi perubahan pada susunan dewan komisaris.

Direktur Utama Bank Banten, Fahmi Bagus Mahesa mengatakan, RUPSLB dihadiri oleh pemegang saham mewakili 69,73 persen atau sejumlah 44.704.872.115 lembar saham, dari seluruh jumlah saham yaitu 64.109.430.357 lembar yang dikeluarkan.

Pada RUPSLB ini pemegang saham, telah menyetujui pengunduran Ranta Soeharta. Sehingga, terjadi perubahan pada susunan dewan komisaris. Sususannya, pada dewan komisaris terdapat nama Agus Ruswendi sebagai Komisaris Utama, Media Warman sebagai Komisaris Independen, Agus Erhan sebagai Komisaris Independen dan Titi Khoiriah sebagai Komisaris Independen.

Pada jajaran ini masih kosong jabatan komisaris karena Pemprov Banten belum mengusulkan pengganti Ranta Soeharta. Selain perubahan pada jajaran dewan komisaris, RUPSLB juga merombak jajaran direksi, dengan sususan Fahmi Bagus Mahesa sebagai Direktur Utama, Bambang Mulyo Atmojo sebagai Direktur, Jaja Jarkasih sebagai Direktur dan Kemal Idris sebagai Direktur. Jabatan Wakil Direktur Utama yang sebelumnya dijabat oleh Olivar Richard W Mambu resmi dicoret.

Ia berharap, jajaran pengurus perseroan yang baru dapat meningkatkan kinerja dan merealisasikan rencana bisnis Bank Banten. “Efektif menjabat setelah mendapat persetujuan uji kemampuan dan kepatutan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK),” katanya saat public expose Bank Banten usai RUPSLB di Hotel Ultima Horison Ratu Serang, Selasa (9/10/2018).

Pada kesempatan tersebut, Fahmi juga menyampaikan bahwa sejumlah indikator kinerja keuangan Bank Banten menunjukan pertumbuhan, walaupun dengan adanya keterbatasan permodalan. Saat ini total aset meningkat sebesar 10,66 persen secara year on year dari Rp. 7,36 triliun pada Juni 2017 (audited) menjadi sebesar Rp. 8,15 triliun pada Juni 2018 (audited). Peningkatan ini diperoleh dari peningkatan realisasi penyaluran kredit.

Kemudian, pertumbuhan kredit yang diberikan meningkat sebesar 41,05 persen secara year on year, dari 4,01 triliun pada Juni 2017 (audited) menjadi Rp 5,65 Triliun pada Juni 2018 (audited). Peningkatan ini utamanya dihasilikan dari kredit konsumer yaitu kredit dengan risiko rendah. “Peningkatan dana pihak ketiga meningkat sebesar 4,61 persen secara year on year dari Rp 5,97 triliun pada Juni 2017 (audited) menjadi sebesar Rp 6,24 Triliun pada Juni 2018 (audited),” ujar Fahmi.

Sedangkan rugi bersih pada Juni 2018 (audited) sebesar Rp 63,8 Miliar. Ia mengatakan bahwa penekanan perseroan pada pada  2019 yaitu dalam rencana penguatan permodalan. “Selain pengajuan penganggaran kepada Pemerintah Provinsi Banten sebagai pemegang saham pengendali terakhir (Ultimate Shareholder), perseroan juga merencanakan untuk melaksanakan right issue,” katanya.

Untuk mengembangkan strategi bisnis dan dalam rangka meningkatkan layanan yang sesuai dengan kebutuhan nasabah pemerintahan/institusi, perseroan akan mengembangkanintegrated payment system, seperti yang telah direalisasikan pada tahun 2017. Meliputi e-Samsat Provinsi Banten, e-Samsat Nasional, Modul Penerimaan Negara Generasi 2 (MPN-G2), Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (SPAN), Kerjasama PT Taspen (Persero) sebagai Mitra Layanan Taspen, SP2D Online dan lain-lain.

“Selain itu, pengembangan jaringan kantor akan terus dilakukan. Saat ini telah beroperasi 26 Kantor Cabang (KC) yang 7 diantaranya berlokasi di Banten,10 Kantor Cabang Pembantu (KCP) termasuk 7 KCP di Banten, 4 Kantor Kas di Banten, 11 Payment Point di Banten, 5 Smart Van atau mobil kas keliling yang beroperasi di Banten, dan 117 unit ATM yang berada di Banten dari total 142 unit ATM se Indonesia,” katanya.

Terpisah,  Tenaga Ahli Gubernur Banten bidang Hukum, Suhendar mengatakan, saat ini Pemprov Banten belum menunjuk pengganti Ranta pada jabatan komisaris Bank Banten, karena Pemprov Banten belum memiliki pejabat eselon II yang menempati jabatan. “Belum ada (pengganti Ranta) karena baru akan lelang jabatan. Pengganti Ranta ya harus dari pejabat ASN eselon 2 yang sdg menduduki jabatan,” ujar Suhendar. (SN)*


Sekilas Info

BBM Non-Subsidi Naik, Harga Sembako Stabil

SERANG, (KB).- Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi tidak berdampak pada harga sembako di pasaran. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *