Rumahnya Roboh, Warga Kaujon Baru Butuh Bantuan

Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi didampingi Ketua Komisi IV Khaeroni saat mengunjungi kediaman Mad Hasyim di Lingkungan Kaujon Baru, Kelurahan Serang, Jumat (3/1/2020).*

Sebuah rumah milik Muhammad Mad Hasyim di Lingkungan Kaujon Baru, RT02/RW13, Kelurahan Serang, Kecamatan Serang, Kota Serang roboh, akibat terkena hujan dan angin kencang, pada Jumat (27/12/2019). Namun, sudah satu pekan berlalu, sia belum mendapat bantuan apapun dari Pemerintah Kota (Pemkot) Serang.

Mad Hasyim menjelaskan, saat terjadi hujan disertai angin kencang, seluruh atap serta kerangka rumah beterbangan. Bahkan, pada saat kejadian sang istri Siti Rohayah tertimpa kayu dari atap yang terjatuh tepat di atasnya.

“Ketika mau ambil mi instan, tiba-tiba ada suara kencang dari kamar istri, saya kira itu petir, ternyata kayu jatuh menimpa istri saya sampe pingsan,” katanya, Kamis (2/1/2020).

Atas kejadian tersebut, Ketua Rukun Tetangga (RT) 02/13, Kelurahan Serang, Kecamatan Serang Khafiudin mengumpulkan masyarakat setempat untuk bermusyawarah. Akhirnya, mereka berkesepakatan melakukan iuran untuk membantu Mad Hasyim dan keluarganya.

Sebab, belum ada bantuan apapun yang diterimanya, baik dari Pemkot Serang maupun dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

“Saya musyawarah sama warga, akhirnya warga memutuskan untuk iuran membantu pak Mad Hasyim. Jadi, ketika uangnya sudah terkumpul semua, langsung saya kasih ke pak Mad Hasyim untuk membeli kebutuhan bangunan kembali, sehingga rumahnya bisa segera ditempati lagi,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Serang Budi Rustandi memberikan bantuan berupa sembako, alat mandi, dan uang tunai kepada Muhammad Mad Hasyim. Bantuan tersebut, untuk membantu keluarga Mad Hasyim.

Ia mengatakan, jika ada kejadian seperti itu seharusnya pemerintah bergerak cepat dan tanggap. Sebab, hal tersebut merupakan musibah yang harus mendapat penanganan segera.

Dalam melakukan tindakan, tutur dia, Pemkot Serang jangan sampai menunggu suatu permasalahan menjadi viral terlebih dahulu, baru mengambil tindakan. Sebab, penanganan yang cepat merupakan yang utama.

“Jangan sampai menunggu viral, baru bergerak. Ini yang tidak boleh terjadi. Jadi, jangan sampai seolah-olah kalau sudah ramai suatu masalah, pemkot baru bergerak. Harus tanggap dan siaga, kan kasihan juga pemilik rumah, apalagi istri dari pak Mad Hasyim sempat pingsan karena tertimpa,” ucapnya, Jumat (3/1/2020). (Rizki Putri/Yandri)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here