Minggu, 19 Agustus 2018

Rumahnya Ambruk, Ramin Mengungsi

SERANG, (KB).- Ramin (65) dan Kasminah (60), warga Kampung Bagbagan, Desa Ragas Masigit, Kecamatan Carenang terpaksa harus mengungsi ke rumah saudaranya sejak dua minggu lalu. Hal itu dikarenakan rumah bilik satu-satunya ambruk pada Selasa (26/6) dinihari sekitar pukul 02.45 WIB,  akibat diterpa angin kencang.

Kepala Desa Ragas Masigit, Kecamatan Carenang, Fadli mengatakan rumah warganya tersebut sudah ambruk sejak dua minggu lalu. Ambruknya rumah tersebut dikarenakan kondisinya yang sudah lapuk dan ditambah dengan hantaman hujan serta angin kencang.

 “Sudah terlalu tua rumahnya, jadi keropos. Nah pas kena hujan langsung roboh,” ujarnya kepada kabar-banten.com, Kamis (5/7/2018).

Fadli menuturkan, beruntung pada peristiwa itu tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Padahal, di dalam rumah mungil itu ada tujuh orang anggota keluarga.

“Di sana ada tujuh orang, Ramin sama istrinya, terus anak dan cicitnya juga tinggal di sana,” ucapnya.

Akibat peristiwa itu, korban terpaksa tinggal di rumah saudara dan anaknya untuk sementara waktu. Sebab mereka belum mampu memperbaiki rumahnya yang rusak parah tersebut. “Enggak punya biaya mereka, soalnya sehari hari juga hanya jadi petani. Nah di sana itu rumah dia sama anaknya kebetulan berdampingan, makanya tinggal di sana sementara,” tuturnya.

Fadli mengaku sudah melaporkan kejadian tersebut kepada Pemkab Serang. Namun sampai saat ini mereka masih belum juga mendapatkan bantuan. Dirinya mengaku prihatin dengan musibah yang menimpa warganya tersebut.

“Kalau kami sangat prihatin. Alhamdulillah bantuan mah sudah diajukan, dan kemarin juga dari TKSK Kecamatan Carenang sudah ada yang datang kesana. Saya juga terus cari bantuan untuk mereka. Kerugiannya sekitara Rp 20-Rp25 juta, namanya juga rumah geribig,” katanya.

Dirinya berharap keluarga korban tersebut bisa segera mendapatkan bantuan. Sebab jika terlalu lama dibiarkan dirinya merasa kasihan. Fadli menjelaskan, di wilayahnya memang selama ini masih banyak rumah dengan kondisi tidak layak huni. Walau demikian, setiap tahunnya pihaknya selalu mengajukan data tersebut agar mendapatkan perbaikan.

“Alhamdulillah setiap tahun dapat, kadang dua, tiga dan lima. Cuma memang banyak jadi susah,” ucapnya.

Sementara, saat dikonfirmasikan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melalui Pusdalops, untuk sementara warga tersebut masih belum terdata. Walau demikian, pihaknya langsung mengkonfirmasikan kepada aparat desa setempat dan menurunkan personelnya untuk meninjau lokasi. (DN)*


Sekilas Info

Meriahnya Perayaan HUT RI di Kramatwatu

SERANG, (KB).- Berbagai kegiatan dilakukan masyarakat untuk menyambut sukacitanya Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke 73. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *