Rumah Warga Terdampak Tsunami Akan Dibantu Dana TT

SERANG,(KB).- Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah akan mengalokasikan dana tidak terduga (TT) untuk rumah penduduk yang terkena dampak bencana tsunami di wilayah Anyer-Cinangka, Sabtu (22/12/2018). Dana tersebut rencananya akan dialokasikan Rp 4 miliar pada tahun 2019.

“Data BPBD rumah permanen dan vila yang rusak sebanyak 25 unit, warung di pinggir pantai banyak jumlahnya. Rencana untuk rumah rusak kami akan gunakan anggaran di APBD Kabupaten Serang dana tidak terduga atau dana tidak terencana yang kamo simpan di dinsos,” ujar Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah saat melakukan konferensi pers di aula Rumah Sakit Dr Drajat Prawiranegara, Kota Serang, Ahad (23/12/2018).

Tatu mengatakan, dana TT tersebut untuk akhir tahun ini memang belum ada. Oleh karena itu baru akan dianggarkan pada awal 2019. “Kita anggarkan dana TT Rp 4 miliar. Dan ada juga dana tidak langsung.l,” ucapnya.

Berdasarkan hasil pendataan, korban tsunami di dua kecamatan yakni Anyer dan Cinangka sebanyak 11 orang meninggal dunia, 22 luka-luka dan 27 orang hilang atau masih dalam pencarian.

“Kemudian kami juga mendapat data yang masuk RSDP dan sekaligus RS rujukan lima kabupaten/kota di Banten, ada 95 korban kemudian juga ada 14 jenazah yang masuk RSDP. Dari 95 korban yang dari Anyer 19 orang dan Pandeglang 63 orang,” tuturnya.

Kebanyakan korban tersebut merupakan wisatawan yang datang ke Anyer dan Cinangka. Untuk korban luka saat ini 9 diantaranya sudah menjalani operasi.

Sedangkan untuk jumlah kerugian, hingga saat ini masih belum dihitung angkanya. “Kerugian tadi baru garis besarnya, di Cinangka itu. Tapi angka belum, karena kalau rumah penduduk sedikit yang kena. Karena sebagain yang kena itu pas di sebelah kanan jalan, sedangkan rumah penduduk sebagian besar di kiri jalan dan selamat,” tuturnya.

Tatu mengatakan, untuk masyarakat Anyer- Cinangka secara umum selamat. Sebab selama ini mereka sudah dilatih evakuasi. “Jadi ketika kejadian langsung cari tempat tinggi. Mereka ada di rumah masyarakat dan BPBD akan siapkan tenda untuk besok. Kalau makanan (dapur umum) kita buat di Koramil, dan Cinangka,” ujarnya.

Disingung soal titik evakuasi, Tatu menjelaskan saat ini ada empat titik. Kedepan jumlah itu harus ditambah dan diperluas aksesnya. “Kalau ada ketinggian kita buka jalur evakuasi. Dengan kejadian ini kita harus lengkapi sarana prasarana di Anyer-Cinangka termasuk jalur evakuasi ditambah dan dilebarkan. Karena kalau lari ke arah yang sama dan jalur kecil maka akan sulit,” tuturnya. (DN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here