Rabu, 26 September 2018
Rumah milik Ny. Bai (41) seorang janda beranak empat, warga Kampung Monggor, RT 02/ RW 02, Desa Campaka, Kecamatan Kaduhejo, Pandeglang, mendadak roboh, Kamis (22/2/2018) sekitar pukul 08.30. Rumah tersebut kondisinya sudah rapuh.*

Rumah Janda Miskin Roboh

PANDEGLANG, (KB).- Rumah milik Ny. Bai (41) seorang janda beranak empat, warga Kampung Monggor, RT 02/ RW 02, Desa Campaka, Kecamatan Kaduhejo mendadak roboh, Kamis (22/2/2018) sekitar pukul 08.30. Rumah tersebut roboh diduga bagian atap dan tiangnya sudah rapuh. Selain itu, kondisi rumah tersebut tidak layak huni.

Beruntung, musibah tersebut tidak menelan korban jiwa. Karena kondisi rumahnya sedang ditinggal penghuninya. Menurut informasi, kondisi rumah berukuran 4×6 meter tersebut luput dari pantauan perhatian pemerintah. Padahal, status korban adalah masyarakat miskin, dan tercatat sebagai janda beranak empat. Tetapi korban tidak masuk dalam daftar penerima bantuan.

Ny. Bai, pemilik rumah mengatakan, pagi hari kejadian tersebut dirinya dibantu tiga anaknya sedang berjualan. Sedangkan anak pertamanya sedang sekolah. “Saya baru mengetahui rumah roboh setelah diberitahu tetangga. Saat saya pulang, kondisi rumah sudah rata dengan tanah,” kata Bai kepada Kabar Banten saat sedang membersihkan reruntuhan rumah.

Rumah tersebut, lanjut korban, kondisinya memang sudah rapuh. Karena tiang dan rangka atapnya terbuat dari bambu. Sedangkan dindingnya dari bilik. “Untung, saat kejadian rumah itu sedang kosong. Saya bersama tiga anak sedang berjualan. Anak paling besar sedang sekolah. Jadi tidak ada korban jiwa, hanya saja rumah kami roboh,” ujarnya.

Ia menuturkan, sejak tahun 2005 pernah meminta aparatur desa untuk mendata namanya masuk penerima bantuan rumah tidak layak huni (RTLH). Entah apa alasannya, sampai sekarang belum ada kejelasan. Sehingga sejak dirinya menjanda dan rumah ini rapuh tidak pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah. “Saya masih ingat, beberapa tahun silam pernah didata dan dijanjikan akan mendapatkan bantuan rehab rumah. Tapi sampai sekarang bantuan itu tidak ada,” tuturnya.

Dengan musibah rumah roboh, korban ingin segera memperbaiki rumahnya. Tetapi keinginan itu tidak tercapai karena tidak punya biaya. Ia berharap pemerintah bisa membantu perbaikan rumahnya. ”Jangankan untuk rehab rumah, buat makan saja susah. Saya harap ada bantuan pemerintah untuk membangun rumah kembali,” ucapnya.

Salah seorang warga Kampung Monggor, Ika mengatakan, kondisi rumah korban sudah tidak layak huni. Atap, tiang rumahnya sudah rapuh termakan usia. Untuk itu, dia berharap pemerintah harus turun tangan membantu perbaikan rumah korban. Apalagi korban statusnya warga tidak mampu yang layak menjadi tanggungan pemerintah daerah.

Menurut Ika, warga sekampungnya sudah berinisiatif meminta sumbangan sukarela warga. Namun hasil sumbangan belum cukup untuk memperbaiki rumah. “Tadi Ibu Lurah, sesepuh kampung sudah minta sumbangan warga. Mudah-mudahan sumbangan dapat meringankan beban keluarga korban,” katanya. Sementara itu, Wawan petugas Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kaduhejo mengatakan belum menerima laporan ada rumah warga miskin yang statusnya janda roboh. “Kalau rumah roboh, silakan desa membuat laporan. Pasti akan kami tindak lanjuti,” katanya.

Menurut Wawan, rumah korban tersebut belum masuk program RTLH. Soalnya, lanjut Wawan, petugas hanya bisa menindaklanjuti permohonan bantuan dari warga yang sudah masuk data RTLH. “Kita sifatnya menunggu laporan dari desa dan kecamatan. Berbekal laporan itu pasti akan kita tindak lanjuti. Tetapi untuk korban ini belum ada ajuan mendapatkan bantuan RTLH,” ucapnya. Ia mengatakan, korban atas nama Ny. Bai belum masuk pendataan penerima bantuan RTLH. Sebab, pendataan penerima bantuan RTLH tersebut oleh petugas TKSK. (IF)***


Sekilas Info

Bidan Garda Terdepan ‎Kesehatan Bangsa

PANDEGLANG, (KB).- Bupati Pandeglang Hj. Irna Narulita mengatakan, profesi bidan menjadi ujung tombak pembangunan manusia Indonesia …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *