Minggu, 23 September 2018
Sejumlah warga sedang membantu merapikan puing-puing rumah yang terbakar awal pekan ini.*

Rumah Dua Lantai Ludes Terbakar

LEBAK, (KB).- Rumah dua lantai milik seorang guru ngaji di Kampung Kadugawir, Desa Sumberwaras, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Herman, ludes terbakar awal pekan ini. Belum diketahui secara pasti sumber api yang meluluhlantakan rumah tersebut. Diduga sumber api berasal dari korsleting arus listrik.
Api berhasil dipadamkan satu setengah jam kemudian setelah warga berupaya melakukan upaya pemadaman dengan peralatan dan memanfaatkan sumber air yang ada tanpa bantuan mobil pemadam kebakaran (damkar).

Tidak ada korban jiwa pada peristiwa hangusnya rumah sekaligus tempat kegiatan belajar mengaji anak-anak di kampung tersebut. Namun kerugian sekitar Rp 70 jutaan. Pemilik rumah Herman menyatakan, akibat musibah itu rumah dan seluruh peralatan rumah tangga dan perlengkapan keenam santri yang biasa mondok di rumah tersebut ludes terbakar, yang tersisa kini tinggal puing-puing bangunan.

”Seluruh perabotan dan peralatan elektronik serta perlengkapan keenam orang murid mengaji yang biasa tinggal di rumah saya hangus terbakar,” kata Herman. Herman menuturkan, musibah yang dialaminya bermula terjadi ketika itu ia sedang berada di rumah, tiba-tiba mencium bau seperti benda yang terbakar dan belum juga diketahui api dengan cepat membesar didalam kamar.

Berbekal itu, ia dan sejumlah anggota keluarga berupaya memadamkan dan meminta bantuan warga. ”Saat itu juga warga banyak yang berupaya melakukan pemadaman dengan peralatan dan memanfaatkan sumber air yang ada. Namun karena cuaca kondisinya panas terik dan banyak material serta bahan mudah terbakar api dengan cepat membesar dan merambat,” ujarnya.

Herman menjelaskan, selain merupakan tempat tinggal, rumah itu juga biasa digunakan tempat belajar mengaji anak-anak di kampungnya. Bahkan ada yang biasa tinggal di rumah ini sebanyak enam orang. Kepala Desa (Kades) Sumberwaras, Usup Supardi, membenarkan rumah yang selain merupakan tempat tinggal keluarga Herman dan tempat belajar mengaji anak-anak di kampung tersebut tinggal puing-puing bangunan saja.

Supervisor teknik PLN Rayon Malingping, Yusuf, ketika ditanya sejumlah wartawan mengatakan, di PLN Rayon Malingping tidak ada anggaran untuk bantuan korban yang rumahnya terbakar seperti Herman. ”Adanya di pusat Pak, namun demikian kami akan berupaya membantu untuk sekadar meringankan beban korban yang rumahnya terbakar tersebut,” katanya saat ditanya terkait kepedulian PT PLN terhadap korban yang rumahnya terbakar diduga akibat korsleting listrik. (DH)***


Sekilas Info

Ini Cara Bulog Lebak-Pandeglang Jaga Kekompakan Kerja

LEBAK, (KB).- Perum Badan urusan logistik Subdivisi Regional (Bulog Subdivre) Lebak-Pandeglang mengelar acara family gathering, berlokasi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *