Rugikan Negara Rp 93 Miliar, Dua Tersangka Kasus Bapelkes KS Dijebloskan ke Rutan

Dua tersangka kasus dugaan korupsi Bapelkes KS yakni Manajer Investasi Bapelkes KS Triono dan Ketua Pengurus Yayasan Bapelkes KS Herman Husodo saat digiring penyidik Kejati Banten ke mobil tahanan Rutan Klas II B Serang, Senin (4/2/2019).*

SERANG, (KB).- Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten menahan dua tersangka kasus dugaan korupsi penggunaan dana Program Kesehatan Pensiun (Prokespen) karyawan PT Krakatau Steel, pada Yayasan Bapelkes KS tahun 2013/2014. Keduanya langsung dijebloskan ke Rumah tahanan (Rutan) Klas IIB Serang, Senin (4/2/2019) malam.

Dua tersangka yang ditahan tersebut yakni Manajer Investasi Bapelkes KS Triono dan Ketua Pengurus Yayasan Bapelkes KS Herman Husodo. Mereka dianggap sudah merugikan keuangan negara sebesar Rp 93 miliar atas program senilai lebih dari Rp 245 miliar tersebut.

“Iya, benar. Kedua tersangka sudah kami tahan di Rutan Klas II B Serang,” kata Kasi Penerangan Hukum (Penkum) Kejaksaan Tinggi Banten Holil Hadi membenarkan saat dikonfirmasi wartawan melalui sambungan telepon seluler, Selasa (5/2/2019).

Untuk diketahui, ada dua penyidikan kasus Bapelkes KS. Untuk kerugian negara, pada 2014 sebesar Rp 94 miliar dan 2013 senilai Rp 69 miliar. Dalam kasus tersebut, ada empat orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Keempat tersangka tersebut, yakni Manajer Investasi Triyono, Ketua Bapelkes KS 2012-2014 Herman Husodo, Direktur PT Novagro Indonesia Ryan Antony, dan Direktur PT Berkah Manis Makmur (BMM) Andigo. Ryan Antony sudah dijatuhkan vonis terlebih dahulu oleh Pengadilan Tipikor Serang dengan hukuman 10 tahun kurungan penjara.

“Kedua tersangka diduga melanggar Pasal 2 dan Pasal 3 dan atau Pasal 12 huruf (b) dan atau Pasal 5 Ayat (2) UU RI No. 31 Tahun 1999, sebagaimana telah diubah dengan UU RI No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 64 Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana,” ujar Holil.

Pengadilan Tipikor Serang sebelumnya telah memvonis perkara kerja sama operasi (KSO) Yayasan Bapelkes KS terhadap Dirut PT Novagro Indonesia dan PT Lintas Global Nusantara Ryan Anthoni dengan kurungan penjara 10 tahun. Ryan divonis bersalah karena terbukti melakukan korupsi dana Bapelkes.

Penyelidikan kasus tersebut bermula dari laporan pimpinan Bapelkes KS terkait KSO dengan dua perusahaan milik Ryan Antony pada 2014. Perusahaan pertama milik Ryan mendapat suntikan modal dari Bapelkes KS senilai Rp 208 miliar. Kerja sama tersebut untuk menjalankan bisnis batu bara.

Dana yang digunakan Bapelkes KS untuk modal kerja sama bisnis batu bara tersebut melanggar aturan. Ada larangan Bapelkes KS melakukan investasi batu bara. Namun, Herman Wisodo dan Triyono disangka menabrak larangan tersebut. Bapelkes KS bahkan kembali menyuntikkan modal kepada perusahaan milik Ryan Anthoni lainnya senilai Rp 37 miliar.

Modal tersebut untuk membeli sebuah kapal tongkang. Pencairan dana penyertaan modal KSO Bapelkes KS tersebut diduga kuat tanpa persetujuan Dewan Direksi Bapelkes KS. Investasi Bapelkes KS tersebut terkuak ketika bisnis batu bara yang dikelola Ryan bermasalah. Ryan menunggak pembayaran keuntungan Bapelkes KS. Pimpinan Bapelkes KS kemudian melaporkan kasus tersebut ke Polda Banten.

Ryan juga didenda Rp 250 juta subsider 4 bulan kurangan penjara. Selain itu, Ryan dihukum membayar uang pengganti sebesar Rp 64 miliar. Apabila uang pengganti tidak dibayarkan dalam waktu 1 bulan setelah putusan hukum tetap, maka harta bendanya akan disita. (Rifat Alhamidi/SJ)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here