Senin, 23 April 2018
Beberapa pengunjung menikmati fasilitas komputer di Perpustakaan Kota Serang, di Jalan Jenderal Sudirman, kemarin.*

Ruangan Sempit, Perpustakaan Sepi Pengunjung

Perpustakaan Kota Serang yang berada satu gedung dengan beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) di Jalan Jenderal Sudirman minim pengunjung. Hal tersebut, karena ruangan perpustakaan tersebut sempit. Pantauan di lokasi, Selasa (10/4/2018), di perpustakaan tersebut hanya terdapat beberapa rak buku dan satu meja baca. Di sampingnya, ada 4 unit komputer dengan fasilitas internet. Tidak lebih 10 orang yang sedang berada di perpustakaan tersebut.

Seorang pengunjung, Siti Fatimah mengatakan, datang ke perpustakaan tersebut untuk mencari referensi untuk tugas kuliahnya. Tetapi, menurut dia, buku yang tersedia sangat terbatas, sehingga dia kesulitan mendapatkan buku yang dicarinya dan lebih memilih menggunakan fasilitas komputer untuk browsing.

“Bukunya belum lengkap kalau untuk keperluan referensi tugas, apalagi ekonomi,” kata mahasiswa semester 4 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN SMH Banten tersebut, saat ditemui Kabar Banten. Menurut dia, setiap dia berkunjung ke perpustakaan tersebut, tidak pernah banyak pengunjung di dalamnya. “Kalau saya jarang-jarang ke sini, tapi memang gak pernah banyak, tapi ada saja,” ujarnya.

Kasi Pembinaan pada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Serang, Anah menuturkan, bahwa fasilitas buku yang ada di perpustakaan memang masih terbatas. Hal tersebut, karena saat ada buku baru juga tidak ada tempat untuk menyimpannya di rak disebabkan ruangan yang sempit.

“Kalau buku sih ada sebagian yang belum dipajang juga, karena masih proses pendataan juga kan. Lagi juga tempatnya juga memang gak ada, kalau kami pengadaan juga tempatnya di mana, kan gak ada. Kalau memang gedungnya sudah memadai, tempatnya ada, ya mungkin kami bisa referensi buku lebih banyak,” ucapnya.

Faktor tersebut juga, menurut dia, yang menjadi satu kendala minimnya pengunjung ke perpustakaan. Karena, dia meyakini, pengunjung juga ingin suatu tempat yang nyaman untuk digunakan membaca buku. “Mungkin, karena kami tempatnya tidak memadai ya, mungkin juga pengunjung kan pengen yang nyaman,” tuturnya.

Untuk perpustakaan online juga lagi-lagi perpustakaan di ibu kota provinsi tersebut, mengeluhkan tempat yang sempit menjadi kendala. Padahal, di beberapa perpustakaan sudah melayani fasilitas perpustakaan online. “Karena, untuk online itu kan komputernya harus ada di meja, satu-satu, ruangannya harus ada, ini belum berjalan yang online-nya. Rencana sih ada,” katanya.

Dinasnya selalu menstimulus masyarakat untuk membuat pengunjung tertarik ke perpustakaan dengan mengunjungi sekolah-sekolah dan beberapa event perlombaan. “Itu salah satunya tadi, maulah ke sini, datanglah membaca buku,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, bahwa rencana untuk membangun gedung baru sudah pernah mencuat, tetapi progresnya sampai saat ini, dia tidak mengetahui. Padahal, gedung menjadi salah satu faktor penentu untuk menarik pengunjung lebih banyak.
“Terutama gedung lah, kami punya rencana apa kalau gak ada gedung kan susah,” ucapnya. (Masykur/Rifki)*


Sekilas Info

Keliru Pasang Wajah Sultan Maulana Hasanuddin, Mahasiswa Desak Buku Pelajaran Ditarik

SERANG, (KB).- Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin (SHM) Banten yang tergabung dalam Front …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *