Ruang Kelas Kotor dan Becek, KBM SD Tamansari Mandek

SERANG, (KB).- Kegiatan belajar mengajar (KBM) di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Tamansari yang menjadi korban banjir bandang pada Jumat (5/5/) lalu sampai hari ini masih belum berjalan. Hal itu dikarenakan ruang kelas yang ada belum bisa digunakan, sedangkan tenda yang tersedia pun tidak bisa digunakan karena tanahnya becek lantaran terus diguyur hujan. Guru Kelas 1 SDN Tamansari Johariyah mengatakan, saat ini siswa siswinya masih sibuk membereskan bangku yang tersisa pasca diterjang banjir. Sejak kemarin (Senin) pihaknya bersama siswa siswi sudah bergotong royong untuk membersihkan. “Kemarin pakai glambir juga dari relawan untuk menyemprotkan air ke kelas supaya bersih,” ujarnya kepada Kabar Banten saat ditemui di lokasi, Selasa (9/5/2017).

Walaupun sudah mulai bersih pada beberapa bagiannya, lanjutnya, namun pihaknya juga masih kebingungan mencari tempat melakukan kegiatan belajar mengajar. Sebab, bukan hanya kelasnya, tapi semua buku-buku pelajaran, dan dokumen serta perkakas sekolah itu turut hancur akibat banjir tersebut. “Jadi mau di mana belajarnya, rapor pada hancur, cuma buku induk yang aman, mana penting semua. Jadi KBM mah belum bisa, karena buku amblas semua,” katanya. Meski demikian, semua muridnya tetap masuk, mereka masuk untuk sambil membantu membersihkan sekolah dari sisa-sisa banjir tersebut. “Meja guru hanya sisa satu, kita belum bisa menentukan karena kami kebingungan alat tulis, papan tulis juga amblas kan,” tuturnya. Guru kelas 5 SDN Tamansari Sutiawan mengatakan, sampai saat ini semua pihak terkait sudah berdatangan untuk meninjau kondisi sekolahnya. Oleh karenanya, pihaknya hanya tinggal menunggu datangnya realisasi dari hasil peninjauan tersebut.
“Sudah dikasih tenda juga dua, tapi becek jadi enggak bisa,” katanya.

Ia menuturkan, ada empat kelas yang belum bisa melaksanakan KBM secara total, yakni kelas 1, 2, 3 dan 4. Sedangkan kelas 5 dan 6 sudah mulai bisa. Kelas 6 diutamakan lantaran saat ini mereka sedang melaksanakan ujian praktek, yang masih menyisakan 2 mata pelajaran lagi. “Harusnya Sabtu kemarin jadwal yang dua pelajaran itu, tapi karena ada bencana jadi ke tunda. Tadi baru dilaksanakan mata pelajaran Tata boga sama SBK,” ujarnya. Pihaknya mengaku kebingungan sebab, sebentar lagi sekolahnya juga akan melaksanakan ujian nasional pada tanggal 15 Mei mendatang. Sedangkan persiapan masih banyak yang belum dilakukan seperti mengulang beberapa pelajaran. “Tinggal mengulang beberapa pelajaran lah. Makanya kemarin (Senin) dari kabupaten menyemprotkan glambir karena untuk persiapan UN. Untuk ujian nanti ada dua lokal di perpus sama ruang kelas satu,” katanya. (H-48)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here