RS Pratama Menes Siap Beroperasi 2020

Gedung RS Pratama Menes, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglanga.*

PANDEGLANG, (KB).- Rumah Sakit Pratama Menes (RSPM) Pandeglang, akan dioperasikan mulai Januari 2020. Sebab, persiapan menuju dioperasikannya rumah sakit kelas D tersebut sudah mencapai 90 persen lebih.

Dalam mempersiapkan dioperasikannya RS Pratama Menes, Bupati Pandeglang Irna Narulita bersama Dinas Kesehatan Pandeglang menggelar rapat evaluasi di Gedung RSPM tersebut.

Dalam rapat tersebut di antaranya membahas apa saja yang sudah dipersiapkan dan apa yang masih mengalami kekurangan menuju difungsikannya rumah sakit tersebut. Seusai melakukan rapat, Bupati Irna dan Kepala Dinkes Rd Dewi Setiani mengecek semua perlengkapan dan ruangan yang ada di RSPM.

Bupati Pandeglang Irna Narulita siap turun langsung ikut melakukan pembahasan terkait progres RSPM. Irna optimistis tahun depan rumah sakit ini mulai dioperasikan.

“Saya ingin lihat persiapannya bagaimana dan kekurangannya apa. Tapi setelah melihat langsung ke lokasi, meskipun masih ada sedikit kekurangan, namun Januari nanti bisa terkejar dan siap beroperasi,” ujar Irna seusai meninjau Gedung RSPM di Desa Alaswangi, Kecamatan Menes, Kamis (12/12/2019).

Diakuinya, selain kesiapan sarana dan prasarana yang sudah mulai dipersiapkan, pihaknya juga pada Desember 2019 ini akan segera melantik dan mengangkat manajemen dan struktural rumah sakit.

“Masyarakat sangat membutuhkan keberadaan rumah sakit ini. Bagi warga yang ada di wilayah Pandeglang Selatan, ketika membutuhkan pelayanan kesehatan nantinya tidak harus ke RSUD Berkah,” ucapnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pandeglang Rd Dewi Setiani mengaku, persiapan menuju dioperasikannya rumah sakit tersebut sudah mencapai 90 persen lebih. Sehingga tahun depan, RSPM itu sudah mulai dioperasikan.

“Kami sangat optimistis RSPM ini bisa dioperasikan tahun depan. Karena persiapan sudah mencapai 90 persen lebih, ditambah Ibu Bupati semangatnya sangat luar biasa untuk memiliki rumah sakit dalam mencapai kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat,” ucapnya.

Saat ditanya bagaimana kesiapan petugas untuk RSPM tersebut, Dewi mengaku, untuk persiapan SDM adalah pihak BKD yang akan menyediakannya. Bahkan Ibu Bupati juga tadi sudah menginstruksikan kepada BKD agar menyiapkan untuk pemenuhan tenaga di RSPM ini.

“Untuk pegawai nantinya akan diambil dari aparatur sipil negara (ASN) dan TKK. Karena sementara ini kami tidak mengangkat yang TKS dulu, terkeuli nanti kalau RSPM ini sudah mulai maju,” tuturnya.

Saat ditanya apakah RSPM ini melayani pasien pengguna BPJS, Dewi mengatakan akan melayani pasien pengguna BPJS. Sebab pihaknya sudah melakukan permohonan kepada ASDA I, agar ada kerja sama dengan pihak BPJS, meskipun status rumah sakit belum terakreditasi.

“Karena masyarakat kebanyakan menggunakan BPJS, maka kami memohon agar ada kerja sama dengan pihak BPJS. Adapun untuk kapasitas pasien di RSPM ini yaitu mampu menampung sebanyak 50 pasien,” ujarnya. (Ade Taufik/EM)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here