RS Misi Bantah PHK Karyawan Sepihak

LEBAK, (KB).- Direktur Utama Rumah Sakit (RS) Misi Rangkasbitung, Deni Hardianto membantah telah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak terhadap empat karyawannya. Keputusan pemberhentian kontrak kerja atau PHK sudah melalui pengkajian pihak manajemen.

“Mereka diputuskan kontrak karena saat melaksanakan pekerjaannya dinilai tidak masuk target yang ditetapkan oleh manajemen,” kata Deni saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (13/8/2019).

Menurutnya, pemutusan kontrak yang dilakukan manajemen kepada pihak yang bersangkutan atau karyawan sudah dilakukan sesuai prosedur perusahaan. Karyawan sebelumnya telah diberikan teguran, baik secara lisan maupun tertulis, yaitu Surat Peringatan (SP).

“Satu bulan sebelum diberhentikan, keempat karyawan yang merupakan pekerja kontrak itu juga sudah diberikan penjelasan, bahwa per bulan Agustus kontrak kerjanya tidak akan diperpanjang,” ujarnya.

Baca Juga : RS Misi Dinilai Lakukan PHK Sepihak

Mengenai penyebab tidak diperpanjangnya keempat tenaga kontrak itu, kata dia, tentu hal itu merupakan privasi manajemen untuk tidak memberikan hasil penilaiannya. Baik kepada rekan kerjanya atau di luar yang bersangkutan. Sebab, pihaknya merasa khawatir jika dijelaskan akan mengurangi sikap percaya diri dan mengalami penurunan mental saat melamar kerja di perusahaan lainnya.

“Kontrak kerja yang biasa kami lakukan selama satu tahun. Sedangkan jika tenaga kontrak dapat bekerja sesuai kebutuhan RS Misi, tentu akan diberikan kesempatan kontrak kedua. Kemudian setelah kontrak kedua bagus kinerjanya, mereka akan masuk ketahapan calon pegawai atau capeg,” ucapnya.

Menyayangkan

Ketua Konfederasi Federasi Serikat Pekerja Indonesia (KFSPI) Lebak, M Yogi Rochmat menyayangkan tindakan manajemen Rumah Sakit atau RS Misi Rangkasbitung yang dituding telah memutuskan hubungan kontrak terhadap pekerja kontrak tanpa alasan yang jelas. Sebab, setiap adanya pemutusan kontrak, tentu harus didasari dengan pemanggilan terlebih dahulu dengan pihak bersangkutan.

“Kami sangat menyayangkan tindakan pihak manajemen RS Misi yang disinyalir tidak menempuh ketentuan mekanisme pemutusan kontrak secara sepihak,” kata M Yogi.

Sebelumnya diberitakan, kebijakan manajemen Rumah Sakit (RS) Misi Lebak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap empat orang karyawan menuai kritik. Sebab, kebijakan tersebut dinilai sepihak karena tanpa alasan yang jelas. (Lugay/PG)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here