RS Mata Achmad Wardi Gandeng Dompet Dhuafa Banten, Bantu Sesama Hadapi Pandemi Covid-19

SERANG, (KB).- Membantu sesama, terutama bagi mereka yang tidak mampu maupun yang hasil mata pencahariannya berkurang, menjadi gerakan sosial di tengah pandemi Covid-19. Hal tersebut dilakukan RS Mata Achmad Wardi dengan menggandeng Dompet Dhuafa Banten.

Dalam gerakan tersebut, RS Mata Achmad Wardi dan Dompet Dhuafa Banten membagikan 35 paket sembako kepada masyarakat Kota Serang, khususnya para pedagang kecil, tukang ojek serta tukang becak, Sabtu (18/4/2020).

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian untuk membantu masyarakat yang kurang mampu bahkan hasil mata pencahariannya pun berkurang akibat wabah Covid-19 yang terjadi di Ibu Kota Provinsi Banten.

Pengurus Mitra Pengelola Zakat Dompet Dhuafa Banten Zamaksari mengatakan, program pangan sehat untuk sahabat ini merupakan program kerja sama bersama RS Mata Achmad Wardi untuk membantu perekonomian masyarakat di kondisi wabah Covid-19 saat ini.

“Saat ini baru sekitar 35 paket sembako yang dibagikan, itu pun baru sekitaran RS Mata Achmad Wardi. Insya Allah masih banyak orang baik yang akan membantu program ini,” katanya, Sabtu (18/4/2020).

Direktur RS Mata Achmad Wardi dr. Moh. Badrus Sholeh menuturkan, kegiatan bagi sembako ini merupakan salah satu kepedulian RS Mata Achmad Wardi BWI-DD di bidang sosial.

“Kami ingin memberikan manfaat yang seluas-luasnya untuk masyarakat di Kota Serang bahkan di Provinsi Banten. Meskipun tidak terlalu banyak, semoga sembako yang dibagikan bisa membantu dan memberikan kebahagiaan untuk keluarga mereka di rumah,” ujarnya.

Dia berharap program ini bisa meringankan beban masyarakat yang kurang mampu. Sehingga, mereka bisa terus semangat dan harus selalu berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah. Sebab, mereka harus mencari nafkah untuk bertahan hidup, meski penyebaran Covid-19 masih terus meningkat.

Program pangan sehat untuk sahabat itu, akan terus berlangsung beberapa pekan ke depan serta mencari penerima manfaat yang sesuai dan tepat sasaran. Seperti halnya Pak Ali, warga Kampung Karundeng, Cipocok Jaya, Kota Serang.

Ali berprofesi sebagai penjual sapu lidi keliling, yang saat ini mengalami kesulitan. Sebab, dagangannya tidak selaku dulu saat belum terjadinya wabah virus corona ini.

“Jualannya sepi pembeli. Sementara saya harus membeli sembako untuk makan keluarga di rumah,” ucapnya.

Penghasilannya yang dulu bisa mencapai 80 ribu per hari, kini hanya 30 ribu per hari. Itu pun belum dipotong karena barangnya diambilnya dari orang lain. (SJ)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here