RPJMD Kota Serang 2019-2023 Disepakati, Kecamatan Akan Punya Alun-alun Mini

PEMBANGUNAN ruang terbuka hijau (RTH) menjadi salah satu program unggulan yang dimuat dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Serang Tahun 2019-2023. Targetnya, di seluruh kecamatan akan dibangun alun-alun mini.

Wali Kota Serang Syafrudin mengatakan, RPJMD 2019-2023 fokus pada pembangunan infrastruktur dan sumber daya manusia (SDM), salah satunya infrastruktur RTH berupa alun-alun mini di setiap Kecamatan.

“Program unggulan, antara lain kami akan membangun RTH di setiap kecamatan atau alun-alun mini. Jadi, nanti masyarakat enggak harus ke alun-alun atau stadion,” katanya seusai rapat paripurna persetujuan bersama terhadap Raperda RPJMD Kota Serang 2019-2023, di DPRD Kota Serang, Senin (20/5/2019).

Ia menuturkan, studi kelayakan feasibility study (FS) dan persiapan lainnya akan dibahas tahun ini. Kemudian, pada 2020 mulai dilaksanakan pembangunannya. Selain itu, peningkatan infrastruktur kantor kelurahan dan kecamatan juga menjadi salah satu prioritas dalam RPJMD tersebut.

“Sarana prasarana baik kantor kelurahan maupun kecamatan ini masih banyak yang belum layak, oleh karena itu ke depan dalam lima tahun ini kami akan selesaikan. Melalui RPJMD ini kami bekerja benar-benar tepat sasaran. Kemudian, juga masalah kualitas perekonomian di Kota Serang dan masalah lingkungan,” ucapnya.

Ketua DPRD Kota Serang Namin menyambut baik rencana pembangunan alun-alun mini di setiap kecamatan di Kota Serang.

“Dengan harapan kemajuan itu tidak tertuju pada satu titik dan ini akan berdampak positif bagi masyarakat. Bukan saja kemajuan, tapi juga berimbas pada perekonomian,” ujarnya.

Ia menuturkan, masyarakat Kota Serang saat ini sangat membutuhkan tempat-tempat yang representatif untuk tempat berkumpul ataupun olah raga. Sehingga, dengan adanya alun-alun mini tersebut, masyarakat tidak harus jauh-jauh datang ke pusat kota.

“Masyarakat Kota Serang ini membutuhkan tempat-tempat representatif yang tujuannya untuk kumpul keluarga. Jadi, tidak perlu jauh-jauh datang ke alun-alun, ke stadion hanya untuk olah raga. Ini sangat bermanfaat terutama multiplier effect-nya sangat meluas,” tuturnya.

Namun, dia juga menekankan, agar perencanaan pembangunan dilakukan secara terukur. Hal tersebut, karena pada pemerintahan sebelumnya, banyak pembangunan infrastruktur yang tidak terukur dan tidak sesuai target dari tahun ke tahunnya.

“Dalam RPJMD ini juga kami menekankan pembangunan terutama infrastruktur fisik terukur setiap tahunnya, jadi jangan sampai seperti yang kemarin iu terjadi ketimpangan, perbedaan yang mencolok dari tahun ke tahun dari target yang ada,” katanya.

Ketua Pansus RPJMD Mochamad Rus’an mengatakan, setelah disepakati oleh Wali Kota dan DPRD, RPJMD tersebut, akan dievaluasi oleh Gubernur Banten. Namun, dia meyakini, tidak akan banyak yang akan mendapat evaluasi.

“Setelah ini dievaluasi gubernur, tapi sepertinya hanya dalam segi penyajian dan kesesuaian saja dengan RPJMD Provinsi Banten,” ujarnya. (Masykur/Rifki)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here