RPA ‘Deni Broiler Farm’, Serap Tenaga Kerja Lokal

Karyawan Rumah Potong Ayam (RPA) 'Deni Broiler Farm' Kabupaten Lebak, siap mengirimkan pesanan ayam potong.*

LEBAK, (KB).- Sejumlah pelaku bisnis Rumah Potong Ayam (RPA) yang ada di Kabupaten Lebak, setiap harinya mampu memenuhi permintaan pesanan Ayam sebanyak dua ton. Salah satunya, RPA Deni Broiler Farm di Kampung Pertelon, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak.

Saat ini, Deni Broiler Farm memiliki karyawan sekitar 12 orang yang semuanya berasal dari Kabupaten Lebak. Dari 12 orang karyawan, satu di antaranya menangani manajemen, kemudian sembilan orang lainnya menangani urusan lapak penjualan dan dua orang bagian pemotongan.

“Alhamdulillah usaha yang saya geluti ini mampu menyerap tenaga kerja khususnya warga sekitar. Mudah-mudahan tempat usaha pemotongan ayam lainnya yang ada di Kabupaten Lebak, agar menempuh izin seperti yang sudah saya lakukan tentunya, supaya usahanya menjadi Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi pemerintah setempat,” ujar Deni, pemilik RPA Deni Broiler Farm kepada Kabar Banten, Jumat (22/11/2019).

Ia mengaku, setiap hari selalu menerima pesanan dari para pedagang yang membuka lapak di pasar tradisional di wilayah Kecamatan Warunggunung, Rangkasbitung bahkan sampai pedagang yang ada di wilayah pasar tradisional Petir, Kabupaten Serang. “Baru enam bulan. Alhamdulillah sudah membuahkan hasil yang lumayan cukup besar,” ujar Deni.

Ia mengungkapkan, sebelum mendirikan usaha tersebut pihaknya telah menempuh perizinan terlebih dahulu melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Lebak. Kemudian, setelah terbit perizinannya baru pihaknya melaksanakan usaha, dan semua itu berjalan lancar hingga saat ini.    

“Pertama kali mengurus izin rumah potong ayam ke Pemkab Lebak, saya berkeyakinan bahwa usaha ini akan berkembang pesat. Sebab, sebelum memulai usaha, saya melakukan survei ke sejumlah sentra pasar di Lebak, ternyata ayam potong broiler ini banyak diminati konsumen,” kata Deni.

Dalam sehari Deni Broiler Farm mensuplai sebanyak dua ton daging ayam untuk memenuhi pesanan para pedagang di pasar tradisional maupun warga sekitar yang ada dilingkungan tempat usahanya.

“Tingginya lonjakan pesanan ayam potong karena kebutuhan masyarakat akan daging ayam sangat tinggi. Selain itu, setiap Peringatan Hari Besar Islam (PHBI), banyak pedagang yang melakukan pesanan,” ungkapnya.

Menurut Deni, sebelum seramai ini, dia hanya menerima pesanan sekitar kurang lebih 900 kuintal. Seiring berjalannya waktu, pesanan ayam potong broiler terus mengalami peningkatan. “Pegawai yang bertugas memotong ayam sekarang ini agak sibuk. Alhamdulillah karena banyak pesanan,” ujarnya. (Lugay/KO)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here