Rp 5 Miliar Tetap Dialihkan ke Penanganan Covid-19, Anggaran Reses DPRD Kabupaten Serang tak Jadi Dipangkas

SERANG, (KB).- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Serang tidak akan memangkas anggaran reses tahun ini untuk dialihkan pada penanganan pandemi corona virus disease (Covid-19).

Anggaran senilai Rp 5 miliar yang direncanakan akan dialihkan untuk penanganan pandemi tersebut, diperoleh dari hasil penyisiran sejumlah kegiatan yang diperkirakan tidak akan terlaksana.

Ketua DPRD Kabupaten Serang Bahrul Ulum mengatakan, rencana pembahasan pengalokasian bantuan anggaran untuk penanganan Covid-19 saat ini sudah selesai. Pada intinya anggaran Rp 5 miliar yang akan dialokasikan untuk penanganan wabah tersebut tidak didapat dari dana reses.

Melainkan, kata dia, disisir dari sejumlah kegiatan yang tidak mungkin dilaksanakan. “Jadi, angkanya (yang tidak mungkin dilaksanakan disisir) kalau yang masih mungkin dilaksanakan kami lanjutkan,” ujarnya kepada Kabar Banten, Senin (30/3/2020).

Ia menuturkan, alasan tidak menggunakan dana reses, karena pada masa sidang berikutnya dewan masih harus melakukan reses. Jika semua anggaran reses diambil, maka dewan tidak memiliki anggaran untuk reses di masa sidang berikutnya.

“Pokoknya kami sisir semua Rp 5 miliar, kalau rincian semua enggak tahu persis per rupiahnya. Tapi, Rp 5 miliar sudah terpenuhi sisirannya sudah terpenuhi dari kunker, kalau reses dialokasikan ke tahun sidang berikutnya,” ucapnya.

Baca Juga : Rencana Pemangkasan Anggaran di DPRD Kabupaten Serang, Komisi I Minta Dikaji Ulang

Politikus Golkar tersebut juga mengatakan, dia khawatir dengan kondisi seperti ini pemkab akan kesulitan untuk menggali pendapatan asli daerah (PAD), sehingga akan berat untuk menambah anggaran di perubahan untuk dana reses.

“Sementara, reses di semua masa sidang selalu ada. Terdekat reses Senin (6/4/2020) sesuai jadwal Banmus (Badan Musyawarah) kalau memungkinkan. Kalau tidak dialokasikan ke masa sidang berikutnya,” tuturnya.

Disinggung kemungkinan adanya perubahan mekanisme reses, dia menuturkan, keinginan anggota dewan demikian. Namun, hal tersebut, akan dikoordinasikan lebih dulu dengan pihak pihak terkait.

“Apakah masih memungkinkan reses dilakukan (seperti pola lama) kalau dulu reses mengumpulkan masyarakat meminta aspirasi, kami ubah dengan cara door to door dan temui konstituen dengan bagi APD (alat pelindung diri) seperti masker dan hand sanitizer,” katanya.

Sebelumnya, Komisi I DPRD Kabupaten Serang meminta rencana pemangkasan anggaran sejumlah kegiatan DPRD yang akan dialihkan untuk penanganan pencegahan penyebaran Covid-19 dikaji ulang. Komisi I menilai, perlu ada pembahasan per item kegiatan yang anggarannya akan dipotong.

Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Serang Zaenal Abidin mengatakan, pihaknya tidak menolak adanya pengalihan anggaran sebesar Rp 5 miliar untuk penangan Covid-19. Namun, dia menginginkankan, agar ada pembahasan per item kegiatan yang dipotong.

“Ya itu (dikaji ulang) jadi bukan kegiatan reses ambil (pangkas) langsung plek,” ujarnya. (DN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here