RM Tajuk II, Sajikan Kuliner Pecak Bandeng Tanpa Duri

CILEGON tidak saja dikenal sebagai Kota Baja, keberadaan berbagai jenis kuliner di Kota Cilegon membuat masyarakat dan warga pendatang tidak sulit mencari berbagai jenis kuliner di kota tersebut. Berdasarkan informasi pada #pesonamudkcilegon2019, ada 10 kuliner yang paling banyak digemari salah satunya adalah Pecak Bandeng tanpa duri yang disajikan di Rumah Makan (RM) Lesehan Taman Jaya Ujung Kulon (Tajuk) II.

Rumah makan yang berada di Jalan Akses Tol Cilegon Barat, Grogol, Kota Cilegon ini, selain menyajikan Pecak Bandeng tanpa duri, juga menyediakan menu Pindang Kepala tanpa santan dan Perkedel Jagung. Dengan harga bervariatif mulai dari Rp 35.000, konsumen bisa menikmati paket Pecak Bandeng bersama nasi dan lainnya.

Owner RM Taman Tajuk, Achmad Aulia Akbar menyampaikan bahwa menu yang disukai konsumen adalah Pecak Bandeng, Perkedel Jagung dan Pindang Kepala Tanpa Santan. “Ini menu yang disukai pelanggan,” ujar Pria yang akrab dipanggil Ule ini.

Ia menjelaskan, dipilihnya menu sea food karena mempunyai cita rasa dan bisa diolah menjadi berbagai jenis menu. Sebut saja Ikan Bandeng, salah satu jenis ikan air asin ini bisa dimasak dalam berbagai olahan. “Sajian khas kami adalah Ikan Bandeng tanpa duri yang disiram dengan sambal mentah asam. Rasanya dijamin,” ujar Ule.

Guna mengikuti perkembangan digital, kata Ule, manajemen Tajuk II memasang aplikasi di medsos serta dalam jaringan (online), sehingga pembeli bisa pesan langsung melalui sistem digital dan akan diantar langsung sesuai dengan pesanan oleh driver.

“Apabila ingin menikmati menu kami dirumah, kami juga mempunyai aplikasi ‘GoFood’ atau pelanggan bisa menelpon dinomor 08176644400. Namun apabila ingin makan di RM Tajuk II, kami sudah menyiapkan lesehan dan juga ada ruangan buat meeting tanpa dikenakan biaya. Biasanya bagi perusahaan atau instansi booking duluan karena terbatas. Kami siap memanjakan dan memenuhi keinginan pelanggan,” tuturnya.

Ule mengungkapkan, RM Tajuk II yang dikelolanya mulai dibuka pada 13 April 2019 lalu. Sebelumnya, kata dia, memang ada Tajuk I yang mulai dirintis sekitar tahun 2005 di Komplek Bonakarta Cilegon. Kemudian kami pindah ke Gunung Watu Grogol. “Tahun 2019, kami buka lagi Tajuk II dengan komisaris DR.Fauzi Sanusi dan Sanawiri Muchsin,” katanya.

Ule menambahkan, Tajuk adalah istilah dengan beragam arti. Arti pokoknya adalah sesuatu yang berada menghiasi bagian atas terutama kepala. Akan tetapi, kata dia, Tajuk sendiri berarti Taman Jaya Ujung Kulon, yang merupakan salah satu daerah di Kabupaten Pandeglang dan berada di bagian Selatan Provinsi Banten. (Himawan Sutanto)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here