Sabtu, 15 Desember 2018
Ritual Adat Citorek

Riungan Gede, Satuan Adat Banten Kidul Akan Undang Presiden RI

LEBAK, (KB).- Satuan Adat Banten Kidul (Sabaki) menyepakati pertemuan tahunan atau yang biasa dikenal di kalangan masyarakat adat Riungan XI yang merupakan Riungan Gede akan diselenggarakan di Wewengkon adat kasepuhan Citorek, Jumat-Ahad (18-20/1/2019) mendatang.

Ketua panitia riungan, Cece Apandi mengatakan, rapat Sabaki di Wewengkon Citorek ini dalam rangka persiapan riungan kesatuan adat Banten kidul yang akan diselenggarakan Jumat-Ahad (18-20/1/2019) mendatang.

”Berdasarkan kesepakatan yang diambil dalam musyawarah Sabaki di Wewengkon adat Citorek Kecamatan Kabupaten Lebak, kami telah menyepakati, riungan adat kasepuhan XI dinamakan Riungan Gede yang penyelenggaraannya dilaksanakan di Wewengkon Citorek,” kata Cece Apandi.

Menurut Cece, riungan adat kali ini diberi nama Riungan Gede. Karena pada riungan kali ini panitia akan mengundang Presiden Joko Widodo. ”Bapak Presiden RI kita undang pada acara puncaknya yaitu Ahad, 20 Januari 2019 mendatang,” ujarnya.

Ketua Sabaki, Sukanta mengatakan, agenda riungan Sabaki XI ini yaitu revitalisasi organisasi, implementasi Perda no. 8 tahun 2015, percepatan penetapan hutan adat dan perhutanan sosial, percepatan pengesahan undang-undang masyarakat adat dan percepatan pengakuan wilayah adat Banten kidul.

”Salah satu hutan adat yang akan dilakukan percepatan penetapan hutan adatnya adalah hutan adat Wewengkon Citorek, yang sebenarnya telah ditetapkan sejak tahun 2005 lalu. Adanya jeda waktu yang cukup lama itu, karena baris kolot dengan pupuhu, Abah Oyok Didi baru saat ini mengizinkan untuk diusulkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK),” kata Sukanta.

Terkait persetujuan, lanjut Sukanta, Pemerintah Daerah (Pemda) Lebak sudah dilakukan musyawarah adat baris kolot Kasepuhan Citorek.

“Baris kolot menyampaikan lamun memang hutan adat tos diserahkeun ka urang, insya Allah urang jaga hutan nu hade supaya lastari jeung aya cadangan pikeun ngke pikeun incu putu urang (kalau memang hutan ada sudah diserahkan, insya Allah kita jaga supaya lestari dan ada cadangan untuk masa akan datang untuk anak cucu kita),” ucapnya.

Menurut Sukanta, para kasepuhan/baris kolot juga berpesan agar Sabaki juga membantu saudara-saudara yang lainnya khususnya di Wewengkon adat Banten kidul.

”Kasepuhan Wewengkon Citorek juga berpesan, Sabaki oge wayahna kudu nguruskeun dulur-dulur urang anu di kaler dikidulna menyangkut kepentingan-kepentingan penetapan hutan adat, hutan garaoana,” tuturnya menirukan ucapan Kasepuhan Wewengkon Citorek. (DH)*


Sekilas Info

Rencana Penertiban Batas Sempandan Pantai, Langkah Gubernur Diapresiasi

LEBAK, (KB).- Sejumlah warga Lebak Selatan (Baksel) mengapresiasi rencana Gubernur Banten yang akan melakukan penertiban Batas …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *