Riungan Gede Sabaki Keluarkan 9 Maklumat


LEBAK,(KB).- Masyarakat adat yang tersebar di Kabuapten Lebak, Pandeglang, Bogor dan Sukabumi Jawa Barat, mengikuti riungan gede Sabaki ke 11 yang diselenggarakan Kesatuan Adat Kasepuhan Banten Kidul (Sabaki) di wewengkon kasepuhan Citorek Kabupaten Lebak, Jum’at – Minggu (1-3/3/2019).

Dalam riungan yang dihadiri Utusan Langsung Presiden RI Ir. H Joko Widodo yakni Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo RI) Rudiantara, dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Siti Nurbaya, Bupati Lebak Hj Iti Octavia Jayabaya itu, mengeluarkan sembilan maklumat.

Ketua Sabaki Sukanta, mengatakan, riungan gede kasepuhan sebagai forum tertinggi dalam melanjutkan perjuangan untuk terwujudnya masyarakat adat yang bedaulat menghasilkan maklumat yang dihasilkan dari pandangan-pandangan semua kasepuhan yang tersebar di Kabupaten Bogor, Kabupaten Sukabumi Jawa Barat serta Kabupaten Pandeglang dan Kabuaten Lebak di provinsi Banten.

“Dalam pertemuan ini, masyarakat adat kasepuan mengeluarkan maklumat yakni NKRI adalah harga mati, mendukung program pemerintah untuk melanjutkan Indonesia lebih maju, segera mewujudkan UU pengakuan dan perlindungan masyarakat hukum adat, proses percepatan penetapan hutan adat dan atau wilayah adat sebagai salah satu upaya penyelesaian sengketa penguasaan atas ruang hidup masyarakat adat kasepuhan,” katanya dihadapan ribuan peserta dan tamu undangan.

Dalam maklumat riungan gede, lanjut Sukanta, para kasepuhan mendesak Pemprov Banten segera mengakui, melindungi dan memberdayakan masyarakat adat kasepuhan melalui Perda yang didalamnya mengatur tentang desa adat, melakukan pemetaan secara luas di Wilayah Adat Kasepuhan Banten Kidul sebagai salah satu calon Daerah Khusus Kabupaten Adat.

“Selain itu mondeorong percepatan implementasi peraturan daerah kabupaten lebak tentang pengakuan, perlindungan dan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.

Ditempat yang sama, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Siti Nurbaya, mewakili presiden Jokowi menyampaikan bahwa presiden selalu mengingatkan, bangsa Indonesia merupakan bangsa yang besar yang menghargai asal usul budaya dan nilai nilai masyarakat hukum adat. Presiden terus berusaha menjaga dan terus membangun agar nilai-nilai persatuan asli indonesia yang ada didalam kearifan lokal .
kita jaga, kita hayati dan kita laksanakan.

“karena nilai nilai lokal adalah senjata alat yang penting untuk membangun keseimbangan di era moderinisasi dan globalisasi” ujarnya.

“Pak Presiden berpesan kepada kita bahwa kita harus berpihak kepada masyarakat kecil dengan cara membangun daerah-daerah dan desa desa” ujarnya.

Menurutnya, tahun 2019 sudah ditetapkan dan akan diserahkan oleh presiden tujuh wilayah hutan adat dan dua diantaranya ada di wilayah kabupaten Lebak Provinsi Banten yaitu kasepuhan Cirompang dan kasepuhan Pasir Eurih.

“Bahkan jika ada permasalahan terkait wilayah adat, pa presiden memrintahkan penyelesaiannya harus dengan cepat bila perlu dengan peraturan presiden sehingga semua kementrian akan mengikuti sehingga kedepan tidak boleh lagi ada desa adat yang tidak mendapatkan pasilitas listrik, air dan insfrastruktur jalan” ujarnya. (DH)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here