Ritel Diajak Kurangi Penggunaan Kantong Plastik

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang mengeluarkan imbauan pembatasan penggunaan kantong plastik kepada binsi ritel dalam rangka menindaklanjuti mandat Undang-Undang Nomor 18 tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah.

Kepala Seksi Pengurangan Sampah DLH Kota Tangerang, Dika Agus Hermaji mengatakan, dalam Undang-Undang Nomor 18 tahun 2008 disebutkan pada pasal 9 ayat 1 Pemerintah Kabupaten /Kota memiliki kewenangan untuk menetapkan kebijakan dan strategi pengolahan sampah.

Kemudian juga melakukan pembinaan dan pengawasan kinerja pengolahan sampah yang dilaksanakan oleh pihak lain. “Sesuai mandat Undang-Undang, kami memberikan imbauan kepada pelaku usaha ritel di Kota Tangerang tentang pembatasan penggunaan kantong plastik,” ujarnya, Ahad (14/7/2019).

Menurutnya, ritel merupakan area komersial yang memiliki potensi paling banyak mengeluarkan kantong plastik ke pelanggannya. Imbauan tersebut, katanya, adalah upaya mengajak pelaku usaha ritel lebih berinovasi untuk mengganti kantong plastik sekali pakai dengan beralih ke kantong yang ramah lingkungan. “Dalam waktu dekat imbauan akan dilanjutkan dengan nota kesepahaman (MoU) terkait pembatasan kantong plastik di ritel,” ujarnya.

Melalui MOU, diakui Dika, nantinya ritel turut mendukung program Pemkot Tangerang dalam pengurangan sampah plastik. “Misalkan, mau mendapatkan bantuan pohon, ritel dapat menukarkan sampah plastik dan anorganiknya,” ujarnya.

Upaya Pemkot Tangerang dalam mengurangi sampah plastik, katanya, juga dilakukan dengan dikeluarkannya surat imbauan oleh Wali Kota tentang penggunaan “tumbler” (botol air minum) di sekolah dan kantor. ‚ÄúSelain itu juga, kegiatan menukarkan “tumbler” dan kantong ramah lingkungan dengan sampah anorganik di kegiatan “Car Free Day”, tutur Dika.

Sedekah Ampas Kopi

Sementara itu sebanyak 38 kedai kopi di Kota Tangerang, mengikuti program “Sedekah Ampas Kopi” yang diadakan oleh DLH setempat dalam upaya mengolah sampah menjadi pupuk. Terkait program ini, Dika mengakui pengusaha kedai kopi menyambut baik program tersebut sejak sosialisasi program pada awal 2019.

“Sampai saat ini terdapat 38 kedai yang rutin menyumbangkan ampas kopi pada pagi dan sore hari. Sedekah ampas kopi bisa langsung diantar atau dijemput tim DLH,” kata Dika.

Dari 38 kedai kopi tersebut, menurut dia, telah terkumpul 1.045,8 kilogram ampas kopi, yang kemudian diolah menjadi pupuk organik. “Ampas kopi akan digunakan untuk pupuk organik yang bermanfaat untuk menyuburkan tanah dan tanaman,” ujarnya.

Ia menjelaskan, ampas kopi mengandung nitrogen, potasium, dan fosfor yang bisa menyuburkan tanah. Sehingga pihak DLH Kota Tangerang pun mengajak warga mengolah ampas kopi menjadi kompos dalam upaya mengurangi timbulan sampah. (Dewi Agustini)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here